Kamis, 26 Mei 2022

Tetesan Air yang Dapat Melubangi Batu_* 

 *_RENUNGAN MALAM_*

        ๐Ÿ’ซ๐ŸŒŽ✨

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



*_๐ŸŒด



Kisah ini berawal dari seorang pemuda biasa yang dianggap bodoh dan terbelakang yang memiliki orangtua dengan dukungan luar biasa sehingga ketika orangtuanya terkena wabah dan hampir meninggal, mereka memberikan sebuah wejangan bagi pemuda ini, “Jika kami meninggal, maka tidak ada lagi yang akan mendukungmu, oleh karena itu kamu harus bisa mandiri. Jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai dan kamu akan menjadi seseorang yang disegani banyak orang.”


Pemuda ini kemudian melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang kayu, dan karena sejak kecil ia sudah sering membantu ayahnya dalam menilai kayu, ia memperoleh kemampuan untuk mengenali dan menilai kayu dengan baik.


Suatu hari, seorang yang tua mendatangi pemuda tersebut untuk mencari kayu yang dapat dipahat menjadi patung. Pemuda tersebut dengan cepat memberikan kayu terbaik untuk pahatan.


Siapa sangka, orangtua tersebut nyatanya adalah pemahat terkenal di desa tersebut, dan karena kayu yang diperoleh dari pemuda tersebut sangatlah bagus, ia menjadi langganan yang terus membeli kayu dari sang pemuda.


Lama kelamaan, pemuda tersebut menjadi dekat dengan sang pemahat, dan ia pun memutuskan untuk belajar memahat dari sang pemahat. Namun, saat ia baru akan mulai belajar memahat, sang pemahat memberikan wejangan, “Jika ingin menjadi pemahat terbaik, jadilah seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, fokuslah pada apa yang kamu kuasai maka kamu dapat menjadi seorang yang sukses.”


Mendengar nasihat tersebut, pemuda itu menyadari bahwa wejangan dari sang pemahat dan orangtuanya memang menjadi pedoman kesuksesan, dimana walaupun ia adalah seorang yang dulu dianggap bodoh dan terbelakang, dengan fokus dan kerja keras, ia akhirnya menjadi pemahat yang disegani di seluruh dunia.


*-------------------------------------------*


Sebuah kisah yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, yang membuktikan bahwa tidak peduli seberapa kerasnya sebuah batu, tetesan air dapat menaklukannya. Ini merupakan sebuah analogi dimana dunia ini penuh dengan ujian hidup yang begitu kerasnya, namun tetap dapat dikalahkan oleh tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan.


*Wallahu A'lam Bissowab*

Rabu, 25 Mei 2022

KISAH NYATA - Sang Miliarder, Merawat Sendiri Istri Selama 25 Tahun

 https://www.facebook.com/100009740344173/posts/1675259929475336/


Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang tokoh di balik kemajuan industri reksadana di Indonesia sekarang ini, juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Ia tergolong miliader.


Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan, pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tulisan ini, bukan hendak menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Tetapi, kesehariannya yang luar biasa.


Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja, bahkan sudah mendekati malam. Tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.


Cobaan menerpa, tatkala istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia gendong istrinya ke depan TV, agar tidak merasa kesepian. Istrinya sudah tidak dapat bicara, selalu hanya terlihat senyum.


Untunglah kantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya untuk makan siang.


Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yang dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan mata, namun bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan.


Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun.


Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah. Pada suatu hari…


Saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya – karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu: Semua anaknya dapat berhasil.


Dengan kalimat yang cukup hati-hati, si anak sulung berkata:


“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu,” kata si sulung dengan air mata berlinang.


“Sudah ke empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini, kami tidak tega melihat bapak, kami berjanji akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian,” tambah si melanjutkan permohonannya.


”Anak-anakku… Jika perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi. Tetapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian." Sejenak kerongkongannya tersekat.


"Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta, tidak satu pun dapat dihargai dengan apa pun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?


Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang? Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit?” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.


Meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno. Mereka juga menyaksikan butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, yang dengan pilu menatap mata suami yang sangat dicintainya.


Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk menjadi narasumber. Host mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa? Di saat itulah meledak tangis Pak Suyatno, bersama tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.


Pak Suyatno bercerita: “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinan tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian, semua itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, yang sewaktu sehat dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya, bukan dengan mata. Dia memberi saya empat anak yang lucu-lucu.


Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama, itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintai dia apa adanya. Jika dia sehat pun, saya belum tentu mau mencari penggantinya, apalagi dia sakit,” katanya sembari berurai air mata.


Setiap malam saya bersujud dan menangis. Saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas saja. Saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya. Cinta saya kepada istri saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah


Semoga menginspirasi

Senin, 09 Mei 2022

SUDUT PANDANG*


*


Tiga orang buta disuruh menjelaskan bagaimana bentuk gajah ??


Orang pertama :

"Gajah itu Panjang seperti ular"

Ternyata dia memegang ekor gajah.


Orang kedua :

"Gajah itu tinggi besar seperti pohon kelapa"

Ternyata dia memegang kakinya.


Orang ketiga :

"Gajah itu lebar dan tipis"

Ternyata dia hanya memegang telinganya


Mana yg benar ???


Bingung kan ya.. namun bagi anda yg bisa melihat tentu akan memiliki jawaban yg sempurna Krn bisa melihat gajah dari sudut pandangan mana pun.


Dlm kehidupan sehari hari pasti kita akan mendapati seseorang dgn sikap dan perilaku yg berbeda beda. Cara berpakaian yg beda, keinginan yg beda dan gaya hidup yg berbeda. 


Ada diantara kita kadang menilai seseorang dari 1 sudut pandangan saja. Misalnya dia melihat seseorang itu salah, gak sopan, malas dll... 


Sebaiknya kita jangan menilai seseorang dan langsung memvonisnya sesuai yg kita lihat, Krn sesungguhnya kita tdk tahu keadaan sebenarnya. 


Bahkan lbh parahnya kita kadang mudah percaya pada ucapan dan berita dari orang lain tanpa kita cek dan ricek terlebih dahulu, lbh parah lagi lalu kita share berita yg blm pasti kebenarannya itu.


Sebaiknya kita tdk menjust org lain dahulu apalagi dari sisi negatifnya. Selalulah positif thingking pada siapapun, kita tdk tahu seorang pendosa pun bisa jd lbh baik daripada kita yg merasa banyak amal dan kebaikan. Selalu merendah (rendah hati) dan sikap sederhana akan lebih menyelamatkan kita daripada bersikap meremehkan dan merasa diri paling benar (ujub)f


_____________√••┈❀๐Ÿƒ๐Ÿ’ž☕❀┈•••

Setiap orang punya potensi kebaikan, jika ia berbuat tdk baik atau tdk benar ingatkanlah dan doakan agar saudara kita mendapat hidayah. Krn tdk ada manusia yg luput dari salah dan dosa. Manusia adalah tempat salah dan lupa. Ada potensi benar juga salah. Smg kita Istiqomah dlm kebaikan. Insya Allah


๐ŸŒธ☕~~~๐Ÿ–‹️

Kamis, 05 Mei 2022

Kisah Seorang Wanita yang Kematiannya Disambut oleh 70.000 Malaikat ❞

 ՚՚ ִֶָ ⌯ ๐Ÿ’ Some Stories ⌯ ִֶָ ՚՚


❛❛ 

Nusaibah binti Kaab radhiyallahu 'anha.

Yang lebih dikenal dengan Ummu 'Umarah, namanya tercatat dalam tinta emas penuh kemuliaan, bahkan kematiannya pun mengundang ribuan malaikat untuk menyambutnya


Hari itu, Nusaibah sedang ada di dapur. Suaminya, Said sedang beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba diluar terdengar suara gemuruh bagai gunung-gunung batu yang runtuh diluar sana. Nusaibah menebak bahwa itu pasti suara tentara musuh


Nusaibah meninggalkan apa yang sedang ia kerjakan dan segera masuk ke kamar tempat dimana suaminya tidur. Nusaibah berkata ⦂ ❛❛ Suamiku tersayang, aku mendengar pekik suara menuju ke uhud. Mungkin orang-orang kafir telah menyerang ❞


Said pun segera terbangun dan menggunakan pakaian perangnya. Saat ia sedang menyiapkan kuda, Nusaibah memberikan sebuah pedang kepadanya. ❛❛ Suamiku, bawalah pedang ini. Janganlah pulang sebelum menang ❞


Setelah mendengar perkataan dari istrinya itu, tak pernah ada keraguan dalam diri Said untuk pergi ke medan perang. Ia pun langsung terjun ke tengah medan pertempuran. Di sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya, senyum itu semakin mengobarkan keberanian Said


Sementara itu di rumah, kedua anak Nusaibah, Amar (15 tahun) dan Saad (13 tahun) sedang memperhatikan ibunya dengan pandangan yang cemas. Ketika itu juga, muncul seorang penunggang kuda yang sangat gugup


Penunggang kuda itu berkata ⦂ ❛❛ Ibu, salam dari Rasulullah. Suami ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid... ❞, Nusaibah tertunduk sebentar lalu bergumam, ❛❛ Inna lillah... suamiku telah menang perang, terima kasih Ya Allah ❞


Setelah itu Nusaibah pun memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, lalu berkata ❛❛ Amar, kau lihat ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan bagi para pejuang nabi. Maukah engkau melihat ibu bahagia? ❞


Amar mengangguk. ❛❛ Ambillah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama nabi hingga kaum kafir terhapus ❞, ujarnya lagi. ❛❛ Terima kasih ibu, inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku ragu seandainya ibu tidak memberiku peluang kepadaku untuk membela agama Allah ❞, ucap Amar dengan mata yang bersinar


Ia pun segera menaiki kudanya dan mengikuti jejak sang ayah. Di hadapan Rasulullah, ia memperkenalkan diri ❛❛ Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayahku yang telah gugur ❞. Rasul pun menjawab sambil memeluknya, ❛❛ Engkau adalah pemuda Islam yang sejati Amar. Allah memberkahimu... ❞


Pertumpahan darah berlangsung hingga petang. Pagi-pagi seorang utusan berangkat dari perkemahan menuju rumah Nusaibah. ❛❛ Ada kabar apakah gerangan? Apakah anakku gugur? ❞, serunya gemetar


Utusan itu menunduk sedih, ❛❛ betul... ❞. Nusaibah bergumam kecil sambil menangis, ❛❛ Inna lillah... ❞. ❛❛ Kau berduka ya ummu Amar? ❞, Nusaibah menggeleng. ❛❛ Tidak aku gembira. Hanya saja aku sedih, siapa lagi yang bisa aku berangkatkan? Saad masih anak-anak ❞


Saad yang berada di samping ibunya pun menyela, ❛❛ Ibu jangan remehkan aku. Jika ibu izinkan, akan aku tunjukkan bahwa aku adalah seorang putra ayah yang gagah dan berani ❞


Nusaibah memandang putranya, ❛❛ Kau tidak takut nak? ❞. Saad menggeleng sambil loncat keatas kudanya. Nusaibah pun dengan besar hati melambaikan tangannya


Di area pertempuran, pemuda berusia 13 tahun itu benar-benar menunjukkan kemampuannya, ia telah banyak menghempaskan nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat dimana sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan ❛❛ Allahuakbar... ❞


Rasulullah pun kembali memberangkatkan utusan ke rumah Nusaibah. Mendengar berita itu, Nusaibah berkata ❛❛ hai utusan ❞, ujarnya. ❛❛ Kau saksikan sendiri, aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Hanya tersisa diriku yang tua ini. Untuk itu, izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang ❞


❛❛ Tapi engkau wanita, ya ibu... ❞, ❛❛ Engkau meremehkan aku karena aku wanita? Apakah wanita tidak ingin pula masuk surga melalui jihad? ❞. Nusaibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas menghadap Rasulullah dengan mengendarai kuda yang ada


Tiba disana, Rasululllah mendengarkan perkataan Nusaibah. Lalu beliau berkata dengan senyum, ❛❛ Nusaibah yang dimuliakan Allah. Belum masanya wanita mengangkat senjata. Untuk sementara kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur ❞


Nusaibah pun segera menenteng obat-obatan dan berangkat ke pasukan yang sedang bertempur. Dirawat olehnya mereka yang luka-luka. Sampai pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk dan memberi minum seorang prajurit, tiba-tiba rambutnya terkena percikan darah. Nusaiba menoleh, ternyata seorang tentara Islam telah tewas oleh senjata orang kafir


Nusaibah sangat marah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi ketika ia melihat Rasulullah jatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet oleh anak panah musuh. Nusaibah tidak dapat menahan diri lagi menyaksikan semua hal itu


Ia pun bangkit dengan gagah dan berani. Diambilnya pedang prajurit yang tewas dan dinaiki kudanya. Bagaikan singa betina, ia mengamuk. Tentu banyak musuh yang berlari menghindarinya dan puluhan jiwa orang kafir pun tumbang


Hingga ada seseorang kafir yang mengendap dari belakang dan menebas putus lengan kirinya. Nusaibah akhirnya terjatuh dan terinjak-injak oleh kuda. Peperangan terus berjalan, medan pertempuran makin menjauh dan tubuh Nusaibah tinggal sendirian


Tiba-tiba Ibnu Ma'sud menunggang kudanya menuju ke arah Nusaibah. Dipercikkannya air ke muka itu. ❛❛ Istri Said kah engkau? ❞. Nusaibah memperhatikan penolongnya, lalu bertanya ⦂ ❛❛ Bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah baginda? ❞. ❛❛ Baginda Rasulullah tidak kurang suatu apapun... ❞. ❛❛ Engkau Ibnu Ma'sud bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku... ❞. ❛❛ Tapi engkau masih terluka parah Nusaibah... ❞. ❛❛ Engkau mau menghalangi aku untuk membela Rasulullah? ❞


Ibnu Ma'sud pun terpaksa menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nusaibah menaiki kuda itu dan mendekati medan pertempuran. Banyak musuh yang berhasil ditaklukkannya, namun karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak lama juga lehernya tertebas oleh pedang musuh


Gugurlah wanita perkasa itu ke atas pasir, darahnya membasahi tanah. Tiba-tiba langit berubah menjadi mendung, hitam dan kelabu. Padahal tadinya langit cerah dan terang benderang. Pertempuran akhirnya terhenti sebentar


Rasul kemudian berkata pada para sahabatnya ⦂ ❛❛ Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam, bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut arwah Nusaibah, wanita yang perkasa ❞


Chek buku islami menarik lengkap di toko

https://shope.ee/3pi1EfcVNJ


┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈https://www.facebook.com/groups/1016398002204881/permalink/1327137757797569/

Kamis, 28 April 2022

Qabishah Bin Mukhariq Ra




Qabishah bin Mukhariq, atau dikenal dengan nama kunyahnya Abu Bisyr, adalah seorang sahabat yang hidupnya dalam kekurangan, sementara anggota keluarganya cukup banyak. Suatu ketika ia merasakan beban yang ditanggungnya begitu berat sehingga ia tak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, yang sebenarnya tidak begitu banyak. Karena itu ia datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, kami mohon bantuan untuk meringankan beban kehidupan kami…!!"


Karena saat itu Nabi SAW sedang tidak memiliki apapun untuk diberikan, beliau berkata, "Tunggulah sampai ada zakat datang kesini, nanti akan kami suruh si Amil untuk memberikan bagian kepadamu…!!"


Setelah mengucapkan terima kasih dan pamit, Abu Bisyr melangkah untuk pulang. Tetapi baru beberapa langkah, Nabi SAW memanggilnya kembali. Abu Bisyr kembali menghadap Nabi SAW dan beliau bersabda, "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak diperbolehkan kecuali karena tiga alasan…."


Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan dengan terinci siapa saja yang dibolehkan meminta-minta, dan batasan- batasannya, yakni :


1. Seseorang yang menanggung beban kehidupan sangat berat, ia boleh meminta-minta untuk memperingan beban kehidupannya. Jika telah terasa ringan, ia harus mengekang/menahan diri dari meminta-minta.


2. Seseorang yang ditimpa musibah atau kecelakaan sehingga seluruh hartanya habis, ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak.


3. Seseorang yang sangat miskin, sehingga setidaknya ada tiga orang bijaksana di antara kaumnya yang berkata tentang dirinya, "Si fulan ini benar-benar miskin", maka ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak.


Artinya, terlarang meminta-minta sampai melebihi kebutuhan standar kehidupan layak, apalagi sampai menjadikansimpanan atau tabungan.


Setelah menjabarkan panjang lebar seperti itu, Nabi SAW bersabda lagi, "Wahai Qabishah, meminta-minta selain karena tiga sebab tersebut adalah usaha yang terlarang, dan orang yang memakannya berarti memakan barang yang haram…!!"



Dikutip dari grup Wa

Senin, 25 April 2022

KISAH HIKMAH UWAIS AL-QORNI 

 

#SangPenghuniLangitYangTakTerkenalDiBumi

Musyarofah

Dalam sebuah kisah disebutkan ada seorang pemuda sholeh yg hidup pada jaman Nabi Muhamad SAW. Tapi secara fisik tidak pernah berjumpa maupun bertemu secara langsung dengan Rosululloh SAW.


Dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim dikatakan "bahwa sebaik-baik tabi'in atau pengikut adalah seorang laki-laki yang biasa dipanggil Uwais..."


Dia berasal dari Yaman. Seorang pengembala (kambing, unta maupun sapi). Pemuda miskin dan yatim yg tinggal bersama srorang ibu yg sudah tua dan lumpuh. Dia sendiri mempunyai sejenis penyakit sopak (penyakit belang-belang putih pada kulit tubuhnya).


Tapi mengapakah seorang Uwais begitu istimewa menurut Allah SWT dan Rosululloh SAW. Sampai Rosululloh SAW pernah berpesan kepada Sayidina Umar bin Kattab dan Sayidina Ali bin Abi Thalib untuk berwasilah dan minta syafaat agar mendo'akannya serta memintakan ampunan dosa kepada Alloh SWT...


Uwais adalah adalah seorang pemuda sholeh... Sabar...Ulet...serta ikhlas dalam merawat dan memuliakan ibunya walaupun dia sendiri dalam keadaan miskin dan serba kekurangan.


Suatu waktu Uwais meminta ijin kepada ibunya untuk pergi kerumah Rosululloh yg berada jauh diMadinah sana. Dan sang ibu pun mengijinkannya serta menitipkan salamnya kepada Rosul. Setelah beberapa lama menempuh perjalanan yg cukup jauh akhirnya sampailah ia dikota Madinah. Uwais langsung menuju kerumah Rosululloh tapi dia hanya bisa bertemu (Siti Aisyah RA istri Rosul) karena saat itu Rosululloh sedang pergi ke medan perang...

Dalam kebimbanganya apakah harus menunggu kedatangan Rosululloh kembali dari peperangan, Uwais terbayang sang ibu yg sudah tua dan sakit-sakitan dirumah sendirian. Kemudian dia memutuskan berpamitan kepada Umul Mukmin Aisyah RA dan menitipkan salamnya dari sang ibu kepada Baginda Nabi...


Pada suatu hari sang ibu Uwais al-Qarni terbesik ingin sekali menunaikan ibadah haji. Mendengar itu Uwais al-Qarni bingung mensikapinya akan hal itu. Disatu sisi ingin sekali (Birrul Walidain) mengabulkan keinginan sang ibu. Disisi lain dia memikirkan kondisi sang ibu yg sudah tua dan lumpuh. Dengan jarak dari Yaman ke Makkah yg sangat jauh serta melewati medan sulit padang pasir yg tandus dan panas. Orang-orang biasanya pergi ke makkah dengan naik onta dan perbekalan yg banyak. Sementara dia orang miskin dan tidak mempunyai itu semua.


Dengan tetap berzuhud Uwais selalu berdo'a dan bertafakur, setelah dalam beberapa lama akhirnya Uwais al-Qarni menemukan cara ikhtiar jalan keluar solusinya. Dia membeli seekor anak lembu yg masih murah harganya. Lalu membuatkannya kandang yg jauh diatas bukit.

Setiap hari uwais rutin bolak-balik menggendong anak lembu tsb naik turun bukit dengan sabar dan istiqomah...

Orang-orang dan tetangganya pun memandang keanehan yg dilakukan uwais tsb. Bahkan ada pula yg menganggapnya Uwais-al Qarni telah menjadi majnun atau gila.


Hal tersebut dilakukanya kurang lebih sekitar 8 bulanan. Tak terasa akhirnya lembunya sudah besar hingga berbobot skt 100kilogram-an. Badan Uwais pun menjadi kian besar dan berotot karena kebiasaanya menggendong sapinya tsb (seperti ngegym alami).

Dan akhirnya waktu musim haji pun tiba Uwais al-Qarni menggendong sang ibu dari yaman ke makkah untuk menunaikan ibadah haji...


Setelah menempuh perjuangan perjalanan yg cukup jauh dan melelahkan sambil menggendong sang ibu akhirnya sampailah mereka dikota makkah. Sesampainya ditanah suci rangkaian rukun haji pun dilakukan uwais dan ibunya. Uwais dengan sabar menggendong ibunya melakukan wukuf di arofah dan thowaf di ka'bah. 

Didepan ka'bah air mata sang ibu tumpah, kemudian mereka berdua berdo'a. 

#Uwais: Yaa Allah, ampuni semua dosa ibu...

#SangIbu: Bagaimana dengan dosamu??...sang ibu heran mendengar uwais tidak minta ampun akan dosanya sendiri untuk diampuni Allah...

#Uwais: Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga...cukuplah ridho dari ibu yg akan membawaku ke surga...

Setelah itu terjadilah sebuah keajaiban. Atas Berkat Rohmat dan Karunia Allah penyakit sopak/belang ditubuh uwais seketika itu sembuh. Hanya tinggal bulatan putih ditengkuknya...

Sebuah tanda yg pernah disebutkan Rosululloh kepada Sayidina Umar bin Kattab dan Sayidina Ali bin Abi Thalib untuk mengenali ciri fisik Uwais al-Qarni.


Pada akhirnya Umar bin Kattab dan Ali bin Abi Thalib berhasil berjumpa dengan Uwais al-Qarni. Seperti pesan Rosululloh mereka minta syafaat dari Uwais al-Qarni untuk mendo'akan dan memintakan ampunan dosa kepada Allah SWT...


Singkat cerita suatu saat Sayidina Umar bin Kattab dan Sayidina Ali bin Abi Thalib mendengar kabar bahwa Uwais al-Qarni telah wafat. Kemudian mereka berdua ikut bertakziah ke Yaman. Menyaksikan masyarakat yaman ketika itu heran dan takjub (mereka selama ini hanya kenal Uwais al-Qarni sebagai rakyat kecil, seorang pengembala yg miskin dan sederhana) sebab banyak orang yg tidak mereka kenal berebut memandikanya...menshalatkanya...serta menguburkan jenazah Uwais al-Qarni. Dan itu agaknya para Malaikat yg diutus oleh Allah SWT. Para Malaikat yg diturunkan kebumi hanya untuk mengurus jenazah dan pemakaman Uwais al-Qarni...


#SilahturahmiThoriqohhttps://www.facebook.com/100062110632639/posts/362542922492726/

Selasa, 05 April 2022

KETIKA SYEKH ABDUL QADIR BERSUJUD KARENA PERTANYAAN SORANG PEMABUK*

 *

Musyarofah

Saat perjalanan bersama murid-muridnya, 

mereka berpapasan dengan seorang pemabuk yang sedang mabuk berat.


Tak disangka, pemabuk tersebut menghentikan langkah rombongan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dan mengutarakan 3 pertanyaan yg membuat beliau kaget.


*“Wahai Syekh, apakah Allah mampu mengubah pemabuk sepertiku menjadi ahli taat?”*


Syekh Abdul Qadir Al-Jalani menjawabnya: 

“Tentu mampu, 

Allah Maha Kuasa”


Kemudian si pemabuk bertanya lagi : 

*“Apakah Allah mampu mengubah ahli maksiat sepertiku menjadi ahli taat setingkat dirimu?”*


Dengan penuh kasih sayang Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Menjawabnya : 

“Sangat Mampu, 

Allah Maha Kuasa Atas segala sesuatu.”


Si pemabuk bertanya kembali : 

*“Apakah Allah mampu mengubah dirimu menjadi ahli maksiat sepertiku?”*


Mendengar pertanyaan ke-3, seketika itu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menangis tersungkur dan bersujud kepada Allah.


Murid-murid Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani pun penasaran dan kebingungan.


Lalu mereka memberanikan diri untuk bertanya, 

“wahai Tuan Syekh, apa gerangan yg membuat mu menangis?"


Kemudian Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menjawab pertanyaan muridnya dg penuh perhatian dan Hati Tergetar, 


*“Betul sekali si pemabuk itu, Pertanyaan terakhir yang menyebabkanku menangis karena takut kepada Allah, Kapan saja Allah mampu mengubah nasib seseorang termasuk diriku.*


Siapa yg bisa menjamin diriku bernasib baik, meninggal dalam keadaan husnul khotimah.


Pertanyaan itu pula yg mendorongku 

untuk bersujud dan berdoa kepada Allah agar tidak menjadikanku merasa aman terhadap rencana Allah. 


Semoga Allah memelihara ahlaq-ku, kesehatanku dan menutupi aibku.”


Pelajaran penting yg bisa dipetik dari kisah ini adalah agar kita tidak tertipu dg kedudukan, amal perbuatan dan ilmu yang kita miliki.


Maha Suci Dzat yg mampu mengubah seseorang kapan saja dia kehendaki.


Dalam sujud ketika shalat, senantiasalah kita berdoa 

*; ูŠุงู…ู‚ู„ุจ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุซุจุช ู‚ู„ุจูŠ ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒ* 

“Wahai Dzat yg membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.”


Demikian kisah pertemuan Syekh Abdul Qadir dengan seorang pemabuk, Sekelas beliau saja sangat khawatir dengan dirinya dan tidak pernah bangga dengan maqom kewaliannya.


Bagaimana dengan kita yg belum jelas kedudukannya di sisi Allah๐Ÿ˜ญ


*ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชُุฒِุบْ ู‚ُู„ُูˆุจَู†َุง ุจَุนْุฏَ ุฅِุฐْ ู‡َุฏَูŠْุชَู†َุง ูˆَู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู† ู„َّุฏُู†ูƒَ ุฑَุญْู…َุฉً ۚ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ุชَ ุงู„ْูˆَู‡َّุงุจُ*


“Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari Islam setelah Engkau beri hidayah kepada kami. 


Limpahkanlah keimanan kepada kami dari sisi-Mu. 


Engkau Maha Pemberi rahmat kepada orang-orang  mukmin.

Sumber: dikutip dari GRUP WA IPA MGMP JP 1,TNA ABANG,6 APRIL 2022

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุน...