Rabu, 01 Januari 2025

Kisah Ashabul Kahfi dan Hikmah

buatkan kisah ashabul kahfi lengkap dengan ayat qur'an komplit

ChatGPT said:
ChatGPT

Berikut ini adalah kisah lengkap Ashabul Kahfi, berdasarkan narasi dalam Al-Qur'an (Surat Al-Kahfi: 9-26), lengkap dengan ayat-ayatnya. Kisah ini mengandung hikmah tentang keimanan, perlindungan Allah, dan tanda-tanda kekuasaan-Nya.


Kisah Ashabul Kahfi

1. Pertanyaan tentang Ashabul Kahfi
Allah memulai dengan menyebutkan bahwa kisah Ashabul Kahfi adalah tanda kekuasaan-Nya:
"Apakah kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?"
(Surat Al-Kahfi: 9)


2. Pemuda Beriman yang Lari dari Penindasan
Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang hidup di tengah masyarakat penyembah berhala. Mereka menolak untuk mengikuti kepercayaan kaumnya. Allah memuji keimanan mereka:
"Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."
(Surat Al-Kahfi: 13)

Mereka berkata dengan tegas:
"Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak akan menyeru Tuhan selain Dia, sungguh, jika kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang jauh dari kebenaran."
(Surat Al-Kahfi: 14)

Karena penindasan yang mereka hadapi, mereka memutuskan untuk melarikan diri dan mencari perlindungan di dalam sebuah gua. Allah memberikan mereka petunjuk untuk tetap teguh.
"Dan ketika kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu; Tuhanmu akan melimpahkan rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu."
(Surat Al-Kahfi: 16)


3. Tidur Selama 309 Tahun
Allah memberikan tanda kekuasaan-Nya dengan menidurkan mereka di dalam gua selama ratusan tahun.
"Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di ambang pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan berpaling melarikan diri dari mereka, dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka."
(Surat Al-Kahfi: 18)

Allah menjaga tubuh mereka dan menciptakan keadaan yang memungkinkan mereka tidur dalam waktu yang sangat lama:
"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)."
(Surat Al-Kahfi: 25)


4. Kebangkitan dan Keheranan
Ketika Allah membangkitkan mereka, mereka saling bertanya-tanya tentang berapa lama mereka telah tertidur.
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, 'Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?' Mereka menjawab, 'Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.' Berkata (yang lain lagi), 'Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut. Jangan sampai dia memberitahukan tentangmu kepada seseorang pun.'"
(Surat Al-Kahfi: 19)


5. Tanda Kekuasaan Allah
Kisah ini menjadi tanda kekuasaan Allah untuk membuktikan bahwa hari kebangkitan itu nyata:
"Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka agar mereka tahu bahwa janji Allah itu benar dan bahwa kedatangan hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata, 'Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka; Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.' Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, 'Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.'"
(Surat Al-Kahfi: 21)


Hikmah dari Kisah Ashabul Kahfi

  1. Keimanan dan Keteguhan Hati: Para pemuda Ashabul Kahfi adalah teladan bagi umat Islam dalam mempertahankan keimanan meskipun harus menghadapi tekanan dan ancaman.
  2. Perlindungan Allah: Allah selalu memberikan perlindungan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal.
  3. Kekuasaan Allah atas Waktu: Kisah ini menunjukkan bahwa waktu sepenuhnya berada di bawah kuasa Allah. Dia mampu menjadikan tidur mereka selama ratusan tahun sebagai tanda kebesaran-Nya.

Kisah Ashabul Kahfi mengingatkan umat manusia tentang pentingnya iman, keberanian moral, dan kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan.

Kamis, 20 Juni 2024

Dari Penggali Kubur Menjadi Ulama, Ini Kisah Karomah Wali

 

nujatimonline

KAROMAH — Syekh Hisyam Al-Burhani, seorang ulama Syria dari kota Damaskus, mengatakan, kisah berikut “adalah kisah nyata. Bukan fiksi seperti dongeng 1001 Malam.”

Suatu hari ada seorang penggali kubur di salah satu kompleks pemakaman masyhur di Damaskus. Pemakaman ini penuh dengan ulama, auliya, serta pahlawan (syuhada). Penggali kubur ini didatangi oleh seorang perempuan. Perempuan itu memintanya untuk menggali kubur.

Tak lama setelah menggali kubur, perempuan itu beserta beberapa pelayat yang tak banyak jumlahnya datang membawa jenazah. Jenazah ini diturunkan ke dalam liang lahat.

Namun tiba-tiba si penggali kubur ini melihat taman surga yang indah. Ia juga melihat dua malaikat membawa jenazah itu pergi dari sempitnya lahat. Seketika ia pingsan saking terkejutnya. Tatkala siuman ia ditanya apa yang menimpanya. Ia menceritakan kejadian itu tapi orang-orang mengira ia terlalu berimajinasi.

Selang beberapa bulan, masih menurut cerita Syekh Hisyam, perempuan itu datang lagi dan meminta ia menggali kubur lagi. Penggali itu pun menggali kuburan lagi. Lalu datanglah si perempuan itu bersama pelayat membawa jenazah.

Ketika jenazah itu diturunkan ke dalam kubur oleh si penggali, seketika terjadi lagi hal yang sama: ia melihat taman surga dan malaikat membawa jenazah itu. Ia pun kembali pingsan.

Ketika siuman ia mengejar perempuan itu dan menanyakan beberapa hal; siapa kedua jenazah itu? Apa yang mereka berdua lakukan sehingga mendapat karamah seperti ini?

Perempuan itu menjawab, “Mereka berdua adalah anakku. Yang pertama adalah seorang santri (thalib ilm), dan yang kedua—yang baru saja meninggal adalah saudaranya yang bekerja sebagai tukang kayu dan menafkahkan hasilnya untuk saudaranya yang seorang santri itu.”

“Kontan saja,” lanjut Syekh Hisyam Al-Burhani, “ia pergi ke Masjid Jami At-Taubah—masjid yang menjadi tempat mengajarku dan leluhurku—ia mendatangi kakekku (atau ayahku?) yang bernama Syekh Said Al-Burhani.”

Masjid Jami At-Taubah adalah masjid yang cukup memiliki sejarah panjang di Damaskus. Dalam sejarahnya Izzuddin b. Abd Salam (sulthanul ulama; pengarang Qawaidul Ahkam) dan Ibnul Jazari (sarjana qiraah, pengarang An-Nasyr dan Muqaddimah Jazariyah) adalah di antara ulama yang pernah menjadi khathib di Jami’ At-Taubah.

“Aku ingin belajar agama,” ujar penggali kubur itu kepada kakek Syekh Hisyam.

“Umurmu sudah hampir 50. Apa yang membuatmu ingin mengaji?”

Lalu si penggali kubur itu menceritakan kisahnya. “Baiklah,” ujar kakek Syekh Hisyam. “Ambil kitab Jurumiyah. Mari mengaji nahwu mulai dari awal.”

Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus. Penggali kubur itu bernama Syekh Abdurrahman Al-Haffar (Haffar berarti tukang gali). Dan memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu. Salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar.

“Siapapun bisa mendapat derajat yang sama,” ujar Syekh Hisyam menutup ceritanya, “asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh dan ikhlas.” Demikian catatan Kholili Kholil. (Red)

Teriakan dari dalam Kubur, Kisah dari al-Habib umar bin hafidz.

 

Suatu cerita tentang seorang yang mati di zaman syekh Abdul qadir Al-Jilani. Setelah dikubur orang tersebut berteriak-teriak karena kesakitan sehingga orang-orang disekitarnya (shahabat syekh....) mendengar teriakan orang tersebut,


Selanjutnya para shahabat syekh Abdul Qadir jailani menyampaikan kejadian tersebut kepada beliau, dan beliau tak segan-segan pergi menuju kuburan tersebut, dan mengajak para shabatnya untuk berdoa semoga Allah tidak menyiksa orang tersebut,


Syekh Abd Qadir bertanya pada mereka, “Apakah dia salah satu shahabat kita?”

Mereka jawab; “ tidak.”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah kalian melihatnya hadir di majlis kita?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah dia masuk ke salah satu masjid kita untuk mendengarkan ceramah ceramah kita atau shalat bersama kita,?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah kita melihatnya,?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Apakah dia pernah melihat kita?”

Mereka jawab, “tidak pernah”,

lalu salah seorang dari mereka berkata, "Tetapi" wahai guru saya pernah sekali melihatnya berjalan disuatu jalan setelah engkau dan para shabat baru saja selesai dari majlis dan dia melihat jejak kaki engkau”.

Lalu syekh Abdul Qadir berdoa, “Ya Allah orang ini adalah org yg pernah melihat debu jejak jalan kami,setelah kami selesai majlis, jika engkau mencintai kami Ya Allah kami mohon kapadamu berkat kecintaanmu itu untuk mengangkat melepas hukuman dan siksaan pada hamba ini.


Subhanallah pada saat itu juga teriakan dari kubur tadi berhenti,


Pesan yang terkandung dalam cerita tersebut adalah tentang rasa cinta yang begitu luar biasa, kecintaan seorang waliyullah terhadap makhluq Allah tidak melihat apakah dia kenal atau tidak, cinta itu murni tanpa pamrih. Jika yang hanya pernah melihat jejak kaki saja, do’a beliau begitu berpengaruh. Apalagi kita-kita yang mau menghormati dan mengikuti jejak beliau. Dengan demikian marilah kitai cintai orang-orang shaleh baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal.


Allahumma sholli a'la sayyidina Muhammad..

sumber cerita:Followers Of Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani

Rabu, 28 Februari 2024

KISAH PEMUDA DAN SEGELAS SUSU

 


Seorang pemuda mendatangi seorang syekh (ulama) dan bertanya kepadanya : "Aku masih belia, keinginanku banyak. Aku tak bisa menahan diri untuk memandangi perempuan yang lalu lalang di jalan dan di pasar. 

Apa yang harus aku lakukan syekh ?".


Lalu syekh itu memberinya sebuah gelas yang berisi penuh dengan susu. 

Ia menyuruh pemuda itu untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang mesti melalui pasar. Dengan syarat susu itu tidak boleh tumpah sedikitpun. 

Di samping itu syekh mengutus salah seorang muridnya untuk mendampingi pemuda itu saat di jalan. Ia ditugaskan memukulnya di hadapan orang banyak apabila ada susu yang tumpah.


Dan kenyataannya, susu itu sampai ke tempat yang dituju tanpa tumpah sedikitpun !


Setelah itu syekh bertanya : “Berapa perempuan yang kamu lihat di sepanjang jalan tadi ?”.


Pemuda itu menjawab : “Syekh, aku tidak melihat sesuatupun di sekitarku. Aku hanya ketakutan akan terkena pukulan dan dipermalukan di depan orang banyak apabila ada susu yang tumpah”.


Syekh berkata : “Begitulah keadaan orang mukmin. Seorang mukmin takut akan murka Allah dan takut akan dipermalukan di hari Kiamat kelak, apabila ia melakukan maksiat".


--------

Satu lagi kisah inspiratif tentang sikap khusyu (bersungguh-sungguh), dan rasa takut akan Murka Allah karena berbuat dosa.


Sumber stlh diedit dari :

http://www.blogofnurjaya.com/2013/01/kisah-pemuda-dan-segelas-susu.html

Jumat, 09 Februari 2024

Kisah Orang Kaya Naik Haji yang Menitipkan Uang

 

Orang kaya itupun bertanya kepada ahli warisnya. Namun tidak satupun diantara ahli warisnya mengetahui perihal uang titipan tersebut. Orang kaya itupun kebingungan dan bertanya-tanya dalam hatinya, di manakah uang yang disimpan oleh orang yang diberi amanat tersebut?

 

Orang kaya itupun mendatangi seorang alim di kota Mekkah, lalu menceritakan tentang uangnya tersebut.

 

Orang alim itu berkata : “Di sepertiga malam akhir nanti, pergilah kamu ke Sumur Zam-Zam, panggillah nama temanmu yang kau titipi uang itu, dibibir sumur. Jika temanmu adalah orang yang baik , dan termasuk seorang ahli Surga, maka dia pasti akan menjawab panggilanmu, lalu tanyakanlah kepadanya, dimanakah ia menyimpan uangmu”.

 

Pada akhir malam, orang kaya itupun pergi mendatangi Sumur Zam-Zam. Di bibir Sumur ia memanggil nama temannya yang ia titipi uang, hingga 3 kali ia panggil, namun tidak ada jawaban sama sekali.

Orang kaya itu pun kembali mendatangi orang Alim tersebut, lalu menceritakannya. Orang Alim itu kaget dan berkata : “Innaa Lillahi Wa Inna ilaihi Rooji’uun”, jika memang temanmu tidak menjawab, aku takut dia termasuk golongan Ahli Neraka.

 

Jika memang demikian pergilah kamu ke Yaman, disana ada sebuah Sumur yang bernama “Barhut”, dikatakan bahwa Sumur itu adalah bibir dari Neraka Jahannam…Datangilah di sepertiga malam akhir, dan panggillah nama temanmu itu”.

Orang kaya itu pun pergi ke Yaman, lalu mendatangi Sumur Barhut di sepertiga malam akhir. Ia pun memanggil nama temannya yg ia titipi uang: “Yaa Fulan !” Baru sekali panggilan, tiba-tiba terdengar jawaban dari dalam Sumur.

Orang kaya itu pun merasa prihatin dengan keadaan temannya tersebut, lalu bertanya : “Dimanakah engkau menyimpan uangku?”.

Dari dalam Sumur terdengar jawaban : “Aku menyimpan uangmu di sini dan di sini, di dalam rumahku, pergilah dan katakan kepada anak-anakku. Kamu akan mendapati uangmu kembali”.

Orang kaya itupun bertanya : “Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli Neraka? Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?”.

Orang itupun bercerita : “Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang faqir, lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli Neraka.

JIka kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya, dan ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturrahim dengannya”.

Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu menceritakan dimana ayahnya meletakkan harta titipannya. Dan ternyata memang benar, uang tersebut masih utuh. Setelah itu, ia bertanya kepada anak-anak temannya itu, dimanakah rumah bibi mereka?

Setelah tahu alamatnya, iapun segera pergi ke rumah saudari perempuan temennya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang di alami saudaranya di Alam Kubur.

Mendengar cerita orang kaya itu, perempuan itupun menangis dan memaafkan saudaranya, lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturrahim dengan anak-anak saudaranya”.

Catatan :

Rosulullah Saw bersabda : “Tidak akan masuk Surga orang yang putus tali silaturrahim “.

Diriwayat yg lain : “Orang yang putus tali silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah , walaupun dia mati didepan Ka’bah”.

Rosulullah Saw bersabda : “Tidak akan turun Rahmat Allah, kepada satu kaum, jika didalam kaum tersebut terdapat satu saja orang yang putus tali silaturrahim”.

Orang yang putus tali silaturrahim, berarti telah putus hubungan dengan Alloh Swt…Berarti shalatnya bukan untuk Allah, puasanya bukan untuk Allah, dzikirnya, dan ibadah-ibadah lainnya bukan untuk Allah Swt. Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad.(*

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : أن رسول الله صلى الله ع...