Senin, 10 Oktober 2022

Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat 

Kamis, 8 September 2016 | 23:30 WIB Dalam kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi diceritakan, 

1) suatu kali Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf bercerita tentang salah seorang sahabatnya yang unik. Ia orang yang wara’ dan takwa meski orang-orang mengenal karibnya itu sebagai orang fasik dan pendosa. Sudah dua puluh tahun Abu Yusuf melakukan tawaf di sekitar Ka’bah bersamanya. Tak seperti Abu Yusuf yang berpuasa terus menerus (dawâm), 

2) sahabatnya ini sehari puasa sehari berbuka. Memasuki 10 hari bulan Dzulhijjah, sahabat Abu Yusuf ini menunaikan puasa secara sempurna kendati ia berada di padang sahara yang tandus. 

3) Bersama Abu Yusuf, ia masuk kota Thurthus dan menetap di sana untuk beberapa lama. Di tempat gersang inilah, persisnya di sebuah kawasan reruntuhan bangunan, ia wafat tanpa seorang pun yang tahu kecuali Abu Yusuf. 

4) Abu Yusuf pun keluar mencari kain kafan dan alangkah kagetnya tatkala dirinya kembali menyaksikan kerumunan orang berkunjung, mengafani, sekaligus menyalati jenazah sahabatnya tersebut di tempat yang semula tak berpenghuni. Karena begitu ramainya, Abu Yusuf sampai tak bisa masuk lokasi reruntuhan bangunan itu. 

5) Para pelayat menyebut-nyebut almarhum sebagai orang yang zuhud dan termasuk dari kekasih Allah (waliyyullah). “Subhanallah, siapa yang mengumumkan kematiannya hingga orang-orang berbondong-bondong bertakziah, menyalati, dan menangisi kepergiannya?” Kata Abu Yusuf. 

Setelah melalui perjuangan keras, Abu Yusuf akhirnya berhasil menghampiri jenazah sahabatnya tersebut dan terperanjat saat melihat kain kafan yang tak biasa. Pada kain itu tercantum tulisan berwarna hijau: هذا جزاء من آثر رضا الله على رضا نفسه وأحب لقاءنا فأحببنا لقاءه “Inilah balasan orang yang mengutamakan ridha Allah ketimbang ridha dirinya sendiri; orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.” 

6) Selepas melaksanakan shalat jenazah dan mengebumikannya, rasa kantuk berat menghampiri Abu Yusuf hingga akhirnya tertidur. Di dunia mimpi inilah Abu Yusuf menyaksikan sahabatnya yang ahli puasa tersebut menunggang kuda hijau serta berpakaian hijau dengan sebuah bendera di tangannya.

7) Di belakangnya ada seorang pemuda tampan berbau harum. Di belakang pemuda ini, ada dua orang tua diikuti di belangnya lagi satu orang tua dan satu pemuda. “Siapa mereka?” Tanya Abu Yusuf. “Pemuda tampan itu adalah Nabi kita Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam. Dua orang tua itu adalah Abu Bakar dan Umar, sementara orang tua dan pemuda itu adalah Utsman dan Ali. 

8) Dan akulah pemegang bendera di depan mereka,” jelas almarhum sahabatnya dalam mimpi itu. “Hendak ke manakah mereka?” “Mereka ingin meziarahiku.” Abu Yusuf pun kagum, “Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?” 

9) “Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari Dzulhijjah,” jawab sahabatnya. Abu Yusuf pun bangun dari tidur, lalu sejak itu ia tak pernah meninggalkan amalan puasa itu hingga akhir hayat.

10) Anjuran memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi yang mengatakan, “Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Dzulhijjah).” Meskipun disebutkan kata “sepuluh hari”, puasa jika dimulai 1 Dzulhijjah cukup dijalankan sembilan hari karena tanggal 10 Dzulhijjah (juga hari tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah) adalah hari terlarang untuk berpuasa. Sebagaimana pendapat An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa yang dimaksud dengan ayyamul ‘asyr (10 hari) adalah 9 hari sejak tanggal 1 Dzulhijjah. Wallahu a’lam. 


Sumber: https://islam.nu.or.id/hikmah/kisah-ahli-puasa-dzulhijjah-diziarahi-rasulullah-dan-para-sahabat-FRLvO

Senin, 12 September 2022

Pemuda rajin bersholawat

 Mushola al musyarofah

[13/9 04.35] Wa: Betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya tiada pandang bulu. Kisah asli ini ada di dalam kitab Afdlalus Shalawât ‘alâ Sayyidis Sâdât karyaSyekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani.


Dikutip dari cuitan akun Habib Sayid Machmoed BSA @sayidmachmoed, beliau menceritakan sebagai berikut.


Pada suatu ketika, di musim haji, Sufyan ats-Tsauri Rahimahullah tengah melaksanakan thawaf di Baitullah.



Ketika itu Sufyan melihat seorang lelaki yang selalu membaca shalawat setiap ia melangkahkan kaki.


Baca Juga: Cerita Dibalik Turunnya Surat Al Fatihah dan Keistimewaan , Gus Baha : Iblis Pun Dibuat Kesakitan


Sufyan lalu menghampiri laki-laki tersebut, dan menegurnya: "Wah, kalau begini Anda telah meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil. Anda hanya terfokus pada shalawat untuk Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam saja. Apa alasan Anda melakukan amalan ini?"


Laki-laki itu kemudian balik bertanya kepada Sufyan, "Siapakah Anda ini? Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan Anda karunia kesehatan dan keselamatan!"


Sufyan Rahimahullah menjawab, "Aku Sufyan ats-Tsauri."


Laki-laki itu berkata: "Baiklah, akan saya ceritakan kisah saya. Andaikata tidak karena Anda adalah orang luar biasa di masa ini, niscaya saya tidak akan menceritakan karunia yg dianugerahkan kepada saya, dan niscaya saya tidak akan membuka rahasia yg diberikan Allah pada saya.”

[13/9 04.36] Wa: Kemudian laki-laki itu berkisah: "Pada suatu hari, saya dan ayah saya pergi untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, ayah saya mengalami sakit, maka saya berhenti dulu untuk mengobatinya.


Lalu di suatu malam yang memilukan, ayah saya meninggal dunia dengan wajah yang menghitam legam. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ayahku telah meninggal dengan wajah yang menghitam, ujar saya dalam hati. Saya merasa sangat sedih sekali menyaksikan keadaannya.


Lalu saya mengambil selembar kain dan menutupi wajahnya. Saya begitu larut dalam kesedihan dan terus memikirkan, apa yang akan dikatakan orang-orang jika melihat wajah ayah saya yang hitam legam. Dalam keadaan seperti itu, saya diserang kantuk dan jatuh tertidur.


Tiba-tiba saya bermimpi melihat seorang laki-laki yang sangat tampan, belum pernah saya melihat laki-laki setampan itu, seumur hidup saya. Pakaiannya begitu bersih dan dari tubuhnya tercium aroma yang sangat harum, bukan seperti wewangian biasa.


Baca Juga: Astaghfirulllah, Benarkah Maksiat Bikin Rezeki Seret? Berikut Penjelasan Habib Sayid Machmoed BSA


Kemudian laki-laki itu melangkah menuju jasad ayah saya dan membuka kain penutup wajahnya. Lalu laki-laki itu mengusapkan telapak tangannya ke wajah ayah saya. Maka tiba-tiba saja wajah ayah saya menjadi putih bersinar-sinar. 


Ketika laki-laki itu hendak beranjak pergi, saya memegang bajunya dan bertanya: "Wahai hamba Allah, siapakah Anda, yang telah dikaruniai Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menyelamatkan ayah saya dan melenyapkan kegundahan di hati saya?"


Laki-laki itu lalu menjawab, "Tidakkah kamu mengenalku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah, yang mendapat wahyu Al Qur'an. Ketahuilah, ayahmu semasa hidupnya adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya. Akan tetapi, ia banyak membaca shalawat untukku.


Ketika kematian menghampirinya, ia meminta pertolonganku. Aku banyak menolong orang yang banyak membaca shalawat untukku." Kemudian saya bangun dan melihat wajah ayah saya yang telah menjadi putih bersinar."


Halaman:

1

2

3

Selanjutnya

Editor: Dwi Andri Yatmo


Sumber: Twitter @sayidmachmoed


SHARE:

    

TAGS

shalawat

sholawat

syafaat


Apakah ada cara terbaik agar tumbuh lebih tinggi secara cepat?

Kami menawarkan cara mudah dengan harga terjangkau, tinggi anda bertambahn 10 cm! Dijamin


Ini cara untuk menambah tinggi badan Anda? +10 cm dalam 2 bulan

Dari 160 cm menjadi 170 cm dalam 2 bulan. Tanpa operasi. Hanya dengan obat alami


Rahasia Pria Indonesia Berhasil Menyembuhkan Impotensi dengan Cepat!

Minimal 2 Kali Sehari...


Untuk Menambah Kekuatan Pria Cukup Minum 2 Kali ...

Cara suami saya menyembuhkan impotensi.

TERKAIT

Cerita Dibalik Turunnya Surat Al Fatihah dan Keistimewaan , Gus Baha : Iblis Pun Dibuat Kesakitan

Benarkah Orang Alim dan Dermawan yang Pertama Masuk Neraka? Berikut Penjelasan Lengkap dari Habib Ali Al Jufri

Astaghfirulllah, Benarkah Maksiat Bikin Rezeki Seret? Berikut Penjelasan Habib Sayid Machmoed BSA

Asmaul Husna: Teks Arab, Latin, dan Artinya

Sholawat Badar : Teks Arab, Latin, Artinya, dan Manfaat Khasiatnya

7 Tips Ampuh Menjaga Kamar Anda Tetap Bersih Segar dan wangi Selama 24 Jam

Sholawat Fatih : Teks Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia serta Keutamaan Membaca

ARTIKEL REKOMENDASI




Ahli Mata Terkejut! Ini Meningkatkan Penglihatan 99% dalam 5 Hari

Vision Complex


Pembunuh prostat ditemukan! Para Pria Harus Membacanya Sekarang!

Prostaform


Harga mobil listrik di tahun 2022 mungkin akan mengejutkan Anda

RTBS Offer


Anda Wajib Minum Ini! Agar Tensi 120/80 dan Pembuluh Darah Bersih

Cardionormin

TERKINI

Tips Mendapat Bayi Kelamin Lak-Laki yang Baik dan Sholeh Menurut  Islam Kitab Fathul Izar

Tips Mendapat Bayi Kelamin Lak-Laki yang Baik dan Sholeh Menurut  Islam Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 13:12 WIB

Etika Bersenggama , Tips Memperoleh Bayi Kelamin Lak-Laki atau Perempuan Menurut  Kitab Fathul Izar

Etika Bersenggama , Tips Memperoleh Bayi Kelamin Lak-Laki atau Perempuan Menurut  Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 13:04 WIB

Doa dan Dzikir Untuk Memperoleh Bayi Laki-Laki Menurut Islam Kitab Fathul Izar

Doa dan Dzikir Untuk Memperoleh Bayi Laki-Laki Menurut Islam Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 12:34 WIB

Wajib Tau! Rahasia Bersenggama yang Baik Agar Anak Berwajah Tampan Menurut Kitab Fathul Izar

Wajib Tau! Rahasia Bersenggama yang Baik Agar Anak Berwajah Tampan Menurut Kitab Fathul Izar

7 September 2022, 18:58 WIB

Simak! Wajib Tau Waktu Bersenggama dan Pengaruhnya Terhadap  Anak Menurut Kitab Fathul Izar

Simak! Wajib Tau Waktu Bersenggama dan Pengaruhnya Terhadap  Anak Menurut Kitab Fathul Izar

7 September 2022, 18:46 WIB

TERPOPULER

1

Inilah Kunci Jawaban Game Shopee Tebak Kata Tantangan Harian 11 September 2022, Berkaitan dengan LEBAH, LABA

2

Inilah Kunci Jawaban Game Shopee Tebak Kata Tantangan Harian 12 September 2022, Berkaitan dengan PENJARA, AREA

3

Almeria vs Osasuna di La Liga Spanyol: Prediksi Head To Head, Susunan Pemain

4

Kunci Jawaban Game Words of Wonders (WOW) Teka-Teki Harian Tanggal 12 September 2022

5

Elche vs Athletic Bilbao di La Liga Spanyol: Prediksi Head To Head, Susunan Pemain

Media Pemalang

Jl. Pos Pengamat Gunung Slamet, Rt 05/Rw 01, Desa Gambuhan,

Kec. Pulosari, Kab. Pemalang, Jawa Tengah 52355

Telepon : 085640608296

Email : redaksimediapemalang@gmail.com


   

Part Of

Pikiran Rakyat Network

Rekor Muri SPS SPS Verifikasi Dewan Pers

PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara

Jl. Asia Afrika No. 75

Bandung - Jawa Barat, 40111, Ph. 022-4241600

Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com


PIKIRAN RAKYAT

GOWAPOS.COM

PR CIREBON

PR CIANJUR

PR TASIKMALAYA

PEDOMAN TANGERANG

PR BOGOR

PR DEPOK

PR PANGANDARAN

PR INDRAMAYU

PR BEKASI

PRFM NEWS

SEPUTAR TANGSEL

PORTAL JEMBER

LIHAT SEMUA 

Tentang Kami  Redaksi  Pedoman Pemberitaan  Info Iklan  Kontak  Karir

©2022 Pikiran Rakyat Media Network

[13/9 04.37] Wa: Surat Al-Ahzab Ayat 56

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Referensi : https://tafsirweb.com/7668-surat-al-ahzab-ayat-56.html

[13/9 04.39] Wa: Hal ini atas dasar hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Nayar berikut. قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من صلى علي من أمتي صلاة مخلصا من قلبه، صلى الله عليه بها عشر صلوات، و رفعه بها عشر درجات، و كتب له بها عشر حسنات، و محا بها عشر سيئات Artinya, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku dari umatku shalawat secara ikhlas dari hatinya, Allah swt akan bershalawat untuknya 10 kali shalawat, menaikkan derajatnya 10 kali, mencatat untuknya 10 kali kebaikan, dan menghapuskan untuknya 10 keburukan.”


Sumber: https://islam.nu.or.id/shalawat-wirid/11-keutamaan-membaca-shalawat-untuk-nabi-muhammad-saw-6LJhS

Senin, 22 Agustus 2022

Hikmah di balik Kisah Sufi: Hidup Ibarat Segenggam Garam.

 


Assalamualaikum wr wb

Sahabatku rahimakumullah,

Alkisah seorang Guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kamu selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.


“Guru , belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.


Sang Guru tertawa terkekeh. “Keh..keh..keh...Nak, ambillah segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”


Sang murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan Guru nya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.


“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru . “Setelah itu coba kamu minum airnya sedikit.”


Sang murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.


“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru .

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab sang murid dengan wajah yang masih meringis.


Sang Guru kembali terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Keh..keh...keh...Sekarang kamu ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke telaga di dekat tempat mereka.


“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke telaga.”


Sang murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke telaga, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan sang Guru , begitu pikirnya.


“Sekarang, coba kamu minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir telaga. Sang murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air telaga, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air telaga yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”


“Segar, segar sekali,” kata sang murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.


Tentu saja, telaga ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air telaga ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.


“Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?” tanya sang Guru


“Tidak sama sekali,” kata sang murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.


Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air telaga sampai puas.


“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kamu alami sepanjang kehidupanmu itu sudah ditakdirkan oleh Allah swt, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.” ,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “


“Bukankah Allah telah berjanji dalam akhir surat Al Baqarah, “La yukalifuLlah nafsan Illa wus'aha laha maa kasabat Wa alaiha mak tasabat. Dan Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” Sang Guru melanjutkan nasehatnya.


Sang murid terdiam, mendengarkan petuah Sang Guru Sufi yang terkenal bijaksana itu.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu akan sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya engkau tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu menjadi seluas telaga agar engkau bisa menikmati kehidupanmu”


Sahabatku rahimakumullah,

Memang dalam perjalanan hidup, kita terkadang kita mengalami kondisi sulit : hari-hari terasa muram, masa depan gelap tak jelas, makin menggelisahkan. Ke sana-sini mencari kerja tak ada kepastian, seluruh jalan terasa buntu, setiap kali memulai usaha selalu merugi --terkadang ditipu kawan--, musibah datang silih berganti, tangisan anak merengek biaya sekolah, sementara penghasilan tak mencukupi, dan setimbun problema hidup lainnya.


Bila kebingungan mencekam, jalan keluar akan semakin buntu. semakin tercekam dalam kebingungan, psikologi menjadi kocar-kacir, segala program yang telah ditata berantakan, masa depan kian gelap , dan persoalan kian menimbun.


Tidak terhitung jumlah orang --utamanya orang yang kurang memiliki iman—telah mengambil jalan pintas , putus asa bahkan bunuh diri dikarenakan kebingungan mencari jalan keluar dari kesulitan hidup. Tidak sedikit pula orang menjadi gila dan stress karena tak tahu bagaimana hendak menyikapi berbagai masalah yang dihadapi.


Sahabatku, apabila perasaan sedih membebani, menjadikan perasaan kalut tak terhindari, misalnya, karena kerugian selama ini yang harus ditanggung, apalagi jika diingat bagaimana " capeknya" berusaha, siang malam bekerja keras hanya musibah yang datang memporak-porandakan semuanya ; perasaan sedih karena merasa sendirian, teman-teman yang pernah dibantu ternyata melupakan dirinya. Tak jarang, rasa menyesal dan kecewa muncul ketika itu.


Ketika rasa penyesalan demikian ini muncul, seluruh keikhlasan yang telah dilakukan hangus. Kesedihan akan semakin menumpuk dan membebani jiwa. Akan sia-sia, menyesali masa lalu, dan pada waktu yang sama, telah menggerogoti simpanan pahala. Semakin sedikit simpanan amal baik, maka semakin terasa sempit jiwa dan kehidupan kita.


Mengambil jalan Pintas dan melakukan tindakan yang merugikan orang lain demi kepentingan sesaat dan keuntungan duniawi, seperti: menipu, mencuri, merampok, korupsi dlsb, sungguh tindakan jahat semacam itu bukan jalan keluar. Justru, makin mempersulit jalan hidup. Dengan tindakan jahat, kepercayaan orang lain akan hilang.


Bukankah modal utama dalam kesuksesan hidup tidak hanya terletak pada banyaknya uang, pun bukan pada kehebatan memasarkan diri, melainkan terletak pada sejauh mana orang lain mempercayai kita. Barang-barang haram yang kita peroleh tidak akan pernah membuat hidup menjadi tenang, tapi membuat semakin gelisah merasa dikejar-kejar sesuatu yang mengancam. Barang haram niscaya akan membangun kerakusan baru : merasa haus untuk memburu lagi barang-barang haram yang baru. Kekayaan haram tidak mendatangkan berkah sama sekali : tak terasa kekayaan tiba-tiba habis begitu saja, sia-sia.


Bagaimana jalan keluarnya ?

Pertama : melanjutkan usaha dan upaya kita dengan tetap jujur, dan menghindari segala perbuatan yang dibenci Allah swt.


Kedua : percaya bahwa segala yang menimpa seorang hamba adalah karena takdir Allah. Meyakini, bahwa segala yang Allah takdirkan adalah yang terbaik buat kita. Dengan demikian, akan datang perasaan tenang karena dirasa yang diyakini : Allah maha Kaya, Maha Kuasa, dan Allah yang menentukan segala nasib hambaNya.


Selain kedekatan yang melahirkan rasa tenang, hidup akan semakin bersih ; kepercayaan orang lain akan semakin kuat. Selanjutnya, jalan hidup akan semakin terbuka lebar.


Ketiga : setiap kali seorang hamba memasuki kesulitan, berarti, kemudahan semakin dekat dan jalan keluar segera ditemukan. Janji Allah (Q.S. Alam Nasyrah : 5-6) :


"Fainna ma'al usyri yusra, inna ma'al usyri yusra". (Maka bersama setiap kesulitan akan disertai kemudahan).


Seperti apa yang disampaikan oleh Guru Sufi tadi, dalam menyikapi ketetapan Allah, akan tergantung kepada diri kita masing-masing.


Sahabatku, penderitaan yang kita alami itu akan sangat tergantung dari besarnya hati kita. Dan seperti Guru sufi bilang dalam Notes di atas, bahwa segala masalah dalam hidup itu ibarati segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kita alami sepanjang kehidupann kita itu sudah ditakdirkan oleh Allah swt, sesuai untuk diri kita masing-masing. Jumlahnya-pun tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah.


Nah supaya kita tidak merasa menderita, marilah kita berhent menjadi gelas. Jadikan hati dalam dada kita menjadi seluas telaga agar kita bisa menikmati hidup dan yakinlah akan firman-NYA, bahwa ” "Fainna ma'al usyri yusra, inna ma'al usyri yusra". (Maka bersama setiap kesulitan akan disertai kemudahan).


Kemudian berdoalah antara lain dengan Do’a lanjutan ayat Al Baqarah di atas, “Rabban la tuakhizna innasiinaa aw akhtho'na. Rabbana wa laa tahmil alaina ishran kama hamaltahu 'alalladziina min qablina. Rabbana wa laa tuhammilna ma laa tho qotholana bih Wa'fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta mawlana fanshurna 'alal qawmil kafiriin, (Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir)."


Wallahulam bissawab


Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat serta memberikan petunjuk kepada kita dan anak-anak keturunan kita. Amiin


Semangat Pagi sahabatku, Selamat berlibur akhir pekan (long weekend) bersama keluarga dan jangan lupa untuk saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.


Untuk Anda yg sedang dilanda musibah/sakit, Semoga Allah segera mengangkat musibah/ penyakitnya dan menggantinya dgn kesehatan dan kebahagiaan. Amin YRA


Allahummashallii ala sayyidina Muhammad wa ala'ali sayyidina Muhammad.


Semoga tulisan sederhana ini membawa manfaat bagi diri saya dan kita semua. Amin YRA


Terima kasih banyak, thank you n matur Syukran atas waktunya.


Bâraka Allâh fîkum. Amiin


Lebak Bulus, 8 April 2012 jam 06.00 WIB

Wassalamualaikum wr wb

Imam Puji Hartono (IPH)


HALAMAN :

7 April 2012   23:08 Diperbarui: 7 April 2012   23:08

7282 0 0

+

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Segar, segar sekali,” kata sang murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.


Tentu saja, telaga ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air telaga ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.


“Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?” tanya sang Guru


“Tidak sama sekali,” kata sang murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.


Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air telaga sampai puas.


“Nak, segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kamu alami sepanjang kehidupanmu itu sudah ditakdirkan oleh Allah swt, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.” ,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “


“Bukankah Allah telah berjanji dalam akhir surat Al Baqarah, “La yukalifuLlah nafsan Illa wus'aha laha maa kasabat Wa alaiha mak tasabat. Dan Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” Sang Guru melanjutkan nasehatnya.


Sang murid terdiam, mendengarkan petuah Sang Guru Sufi yang terkenal bijaksana itu.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu akan sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya engkau tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu menjadi seluas telaga agar engkau bisa menikmati kehidupanmu”


Sahabatku rahimakumullah,

Memang dalam perjalanan hidup, kita terkadang kita mengalami kondisi sulit : hari-hari terasa muram, masa depan gelap tak jelas, makin menggelisahkan. Ke sana-sini mencari kerja tak ada kepastian, seluruh jalan terasa buntu, setiap kali memulai usaha selalu merugi --terkadang ditipu kawan--, musibah datang silih berganti, tangisan anak merengek biaya sekolah, sementara penghasilan tak mencukupi, dan setimbun problema hidup lainnya.


Bila kebingungan mencekam, jalan keluar akan semakin buntu. semakin tercekam dalam kebingungan, psikologi menjadi kocar-kacir, segala program yang telah ditata berantakan, masa depan kian gelap , dan persoalan kian menimbun.


Tidak terhitung jumlah orang --utamanya orang yang kurang memiliki iman—telah mengambil jalan pintas , putus asa bahkan bunuh diri dikarenakan kebingungan mencari jalan keluar dari kesulitan hidup. Tidak sedikit pula orang menjadi gila dan stress karena tak tahu bagaimana hendak menyikapi berbagai masalah yang dihadapi.


7 April 2012   23:08 Diperbarui: 7 April 2012   23:08

7282 0 0

CERITA MOTIVASI SI TAKDIR DAN SI LOGIKA



Ada dua orang bersahabat, yang satu bernama "Logika" dan yang satunya lagi bernama "Takdir". 


Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yang panjang ? 


Di tengah perjalanan mobil mereka kehabisan bahan bakar. Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebelum datang waktu malam.


Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. 


Si Logika memutuskan untuk tidur di bawah sebatang pohon.


Sedangkan si Takdir memilih tidur di tengah jalan.


Logika berkata kepada Takdir, "Kamu itu gila ! Kamu menjatuhkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yang lewat dan melindas tubuhmu." 


Takdir menjawab, "Saya tidak akan tidur kecuali di tengah jalan ini, Boleh jadi ada mobil yang datang lalu ia melihatku dan mengajakku bersamanya."


Akhirnya Logika betul-betul tidur di bawah pohon dan Takdir tidur di tengah jalan. 


Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi. Tatkala ia melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dengan mendadak, tapi sayang ia tidak bisa.


Akhirnya ia membanting stir dan mobil itu berbelok ke arah pohon dan langsung menabrak Logika, dan selamatlah si Takdir.


Inilah Kenyataan HIDUP !


TAKDIR memainkan peranannya di tengah-tengah manusia, sekalipun kadang-kadang ia bertentangan dengan Logika.


SEBAB, "SEMUA RENCANA MANUSIA TIDAK MELEBIHI RENCANA TUHAN."


RENUNGKAN...........!!!:


Boleh jadi sewaktu terjadinya delay dalam penerbangan, mungkin ada keselamatan di balik itu !


Boleh jadi tertunda kita mendapatkan hak kita, karena mungkin ada hak orang lain yang selama ini kita abaikan dan kita tidak memperdulikan !


Boleh jadi kita terlambat menikah, ada keberkahan di balik itu !


Boleh jadi kita belum dikaruniai seorang anak, sebab ada kebaikan di balik itu !


Boleh jadi ditolaknya lamaran kerja kita, ada pembelajaran berharga setelah itu !


Tertundanya pertolongan dan kemenangan pasti ada hikmah yang sangat besar dibalik itu !


Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu sebenarnya baik bagimu !

Jumat, 24 Juni 2022

KISAH 70 RIBU MALAIKAT MEMBACA SHALAWAT

 


 بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم


Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radliyallaahu anhu : 


Pada suatu pagi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.


Tak lama kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : "Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"


"Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"

"Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."

"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW.


"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"


Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas."

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : "Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

'Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi SAW bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.'' (H.R. Muslim no. 1922)



Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.(HR. Al-Bukhari). 

https://www.facebook.com/groups/291497501530917/permalink/1022168725130454/https://www.facebook.com/groups/291497501530917/permalink/1022168725130454/


Barokallahu fikum semoga bermanfaat

Senin, 13 Juni 2022

TIADA YANG ABADI"* 


 *"https://www.facebook.com/groups/1016398002204881/permalink/1354504238394254/


Desainer busana  dan penulis paling terkenal di dunia, Crisda Rodriguez, menulis artikel ini sebelum dia meninggal Dunia  karena kanker. 


1.  Saya memiliki merek mobil paling mahal di dunia di garasi saya tapi sekarang saya bepergian dengan kursi roda.


 2.  Rumah saya penuh dengan segala macam desainer pakaian, sepatu dan barang berharga. Tapi tubuhku terbungkus dalam lembaran kain kecil yang disediakan oleh rumah sakit.


 3.  Ada cukup uang di bank. Tapi sekarang aku tidak mendapatkan keuntungan dari uang itu. 


4.  Rumahku seperti istana tapi aku berbaring di ranjang ukuran ganda di rumah sakit. 


5.  Aku bisa pergi dari hotel bintang lima ke hotel bintang lima lainnya. Tapi sekarang aku menghabiskan waktu pindah dari lab ke lab di rumah sakit. 


6.  Aku memberi tanda tangan pada ratusan orang. Catatan dokter hari ini adalah tanda tanganku.


 7.  Aku punya tujuh perhiasan untuk menghias rambutku - sekarang  aku tidak memiliki rambut di kepalaku.


 8.  Dengan jet pribadi, aku bisa terbang kemanapun aku mau. Tapi sekarang aku butuh bantuan dua orang untuk sampai ke teras rumah sakit.


 9.  Meskipun ada banyak makanan, tapi dietku ada dua tablet sehari dan beberapa tetes garam saat malam hari.


Rumah ini, mobil ini, jet ini, furnitur ini, begitu banyak rekening bank, begitu banyak reputasi dan ketenaran, tidak satupun dari mereka yang bermanfaat.


Tak satu pun dari  semua barang berharga bisa memberi saya lega. 


Kehidupan yang sebenarnya adalah tentang menghibur banyak orang, membuat orang banyak bahagia dan membuat mereka tersenyum bahagia. "Dan tidak ada yang nyata selain kematian" Hidup begitu singkat." lalu apa yang harus di sombongkan, teruslah berbenah diri karena kita tidak tahu kapan kita dipanggil Tuhan"


Renungan hari ini untuk diriku !

Kamis, 26 Mei 2022

Loyalitas Singa to Student.ok




Dahulu kala di Kota Roma, hiduplah seorang budak bernama Androcles yang melarikan diri dari majikannya dan menyembunyikan diri di dalam hutan. Dia berjalan tak tentu arah di hutan tersebut cukup lama, hingga dia merasa kelelahan dan kelaparan serta mulai berputus asa.


Sesaat kemudian, dia mendengar suara seekor singa di dekatnya yang mengaum dengan keras. Androcles yang kelelahan, bangkit dan bergegas untuk pergi karena rasa takutnya kepada singa, tetapi saat dia berjalan menembus semak-semak dia tersandung pada akar pohon dan terjatuh. Ketika dia mencoba untuk bangkit kembali, dia melihat seekor singa yang sangat besar datang ke arahnya, berjalan terpincang-pincang sambil mengangkat satu kakinya ke depan.


Androcles yang malang menjadi putus asa karena dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk bangkit dan melarikan diri pada saat sang singa besar berjalan menuju ke arahnya. Ketika hewan besar itu tiba di depannya, Androcles ketakutan setengah mati. Akan tetapi singa tersebut tidak menyerangnya, dan hanya mengeluh serta mendesah sambil menatap Androcles.


Androcles pun melihat bahwa kaki kanan yang dijulurkan oleh sang Singa, berlumuran darah dan bengkak. Androcles mencoba melihat lebih dekat, dan saat itu dia melihat sebuah duri besar tertusuk pada kaki kanan sang Singa. Androcles mengumpulkan keberanian dan menarik keluar duri yang menusuk cakar singa, yang saat itu langsung meraung dengan keras karena kesakitan. Tetapi tidak lama setelah itu, sepertinya sang Singa menjadi lebih lega dan tenang, bahkan sang Singa pun menggosok-gosokkan kepala dan badannya ke Androcles sebagai tanda kasih sayang dan terima kasih.


Apa yang ditakutkan oleh Androcles menjadi sirna, sang Singa bukan hanya tidak memangsa dirinya, tetapi dalam waktu tidak berapa lama, singa tersebut pergi dan kembali sambil membawa rusa muda yang berhasil ditangkapnya ke hadapan Androcles, sehingga Androcles bisa mendapatkan makanan di saat itu.


Untuk beberapa waktu, sang Singa terus membawa hewan hutan yang dimangsanya untuk Androcles yang semakin hari semakin akrab dengan hewan besar tersebut.


Namun suatu hari, sejumlah prajurit memasuki hutan dan menemukan Androcles. Ketika itu, dia ia tidak dapat menjelaskan apa yang dia perbuat di dalam hutan. Para prajurit tersebut menahan Androcles, dan membawanya kembali ke kota di mana dia melarikan diri. Di sanalah tuannya mengenali dia dan membawanya ke depan pihak berwenang. Dia pun dijatuhi hukuman mati karena telah melarikan diri dari majikannya.


Pada zaman tersebut, telah menjadi kebiasaan bagi bangsa Roma untuk memasukkan tahanan yang akan dihukum mati, seperti para pembunuh dan penjahat lainnya, ke dalam suatu arena besar bersama dengan seekor singa, sehingga di saat para penjahat menerima hukuman matinya di arena, masyarakat bisa menonton pertarungan antara mereka dan binatang buas tersebut.


Androcles juga dijatuhi hukuman mati, dan akan tempatkan di arena tarung beserta seekor singa. Pada hari yang telah ditentukan, dia pun ditempatkan di arena sendirian dan hanya berbekal tombak untuk melindungi dirinya dari dari serangan singa yang buas. Kaisar yang berada di barisan kursi untuk kalangan istana, memberikan sinyal untuk melepaskan singa dan memulai pertarungan.


Saat sang Singa keluar dari kandangnya dan mendekati Androcles, apa yang terjadi? Bukannya sang Singa melompat ke atasnya untuk menerkam, tetapi sang Singa malah menunjukkan sikap hormat kepadanya, menggosok-gosokkan kepalanya pada Androcles yang dengan segera membelai kepala sang Singa. Ternyata singa tersebut adalah singa yang pernah bertemu dengan Androcles di dalam hutan.


Kaisar yang terkejut melihat perilaku aneh dari sang Singa, memanggil Androcles untuk datang kepadanya dan bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi, sehingga singa yang terkenal ganas, menjadi jinak di hadapan Androcles. Androcles pun menceritakan semua yang telah terjadi terhadapnya kepada sang Kaisar, dan bagaimana singa itu menunjukkan rasa terima kasihnya setelah dia mencabut duri yang menusuk di telapak kakinya.


Sang Kaisar pun mengampuni Androcles dan memerintahkan majikan Androcles untuk membebaskan Androcles dari perbudakan, sementara sang Singa pun dibawa kembali ke hutan untuk dilepaskan sehingga sang Singa bisa menikmati kebebasannya kembali.


_____________√••┈❀🍃💞☕❀┈•••

Apa hikmah yang bisa kita ambil?


Apabila Seekor Binatang Buas seperti Singa yang kelaparan saja membalas budi kepada orang yang telah membantunya, bukankah seharusnya terlebih lagi manusia?


JADILAH ORANG YANG MAMPU MEMBALAS KEBAIKAN DENGAN KEBAIKAN!!! Maka Allah akan melimpahkan kehidupan Anda dengan kebaikan..!



🌸☕~~~~🖋️

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : أن رسول الله صلى الله ع...