Kamis, 20 Juni 2024

Teriakan dari dalam Kubur, Kisah dari al-Habib umar bin hafidz.

 

Suatu cerita tentang seorang yang mati di zaman syekh Abdul qadir Al-Jilani. Setelah dikubur orang tersebut berteriak-teriak karena kesakitan sehingga orang-orang disekitarnya (shahabat syekh....) mendengar teriakan orang tersebut,


Selanjutnya para shahabat syekh Abdul Qadir jailani menyampaikan kejadian tersebut kepada beliau, dan beliau tak segan-segan pergi menuju kuburan tersebut, dan mengajak para shabatnya untuk berdoa semoga Allah tidak menyiksa orang tersebut,


Syekh Abd Qadir bertanya pada mereka, “Apakah dia salah satu shahabat kita?”

Mereka jawab; “ tidak.”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah kalian melihatnya hadir di majlis kita?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah dia masuk ke salah satu masjid kita untuk mendengarkan ceramah ceramah kita atau shalat bersama kita,?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Pernahkah kita melihatnya,?”

Mereka jawab, “tidak pernah,”

Beliau tanya lagi, “Apakah dia pernah melihat kita?”

Mereka jawab, “tidak pernah”,

lalu salah seorang dari mereka berkata, "Tetapi" wahai guru saya pernah sekali melihatnya berjalan disuatu jalan setelah engkau dan para shabat baru saja selesai dari majlis dan dia melihat jejak kaki engkau”.

Lalu syekh Abdul Qadir berdoa, “Ya Allah orang ini adalah org yg pernah melihat debu jejak jalan kami,setelah kami selesai majlis, jika engkau mencintai kami Ya Allah kami mohon kapadamu berkat kecintaanmu itu untuk mengangkat melepas hukuman dan siksaan pada hamba ini.


Subhanallah pada saat itu juga teriakan dari kubur tadi berhenti,


Pesan yang terkandung dalam cerita tersebut adalah tentang rasa cinta yang begitu luar biasa, kecintaan seorang waliyullah terhadap makhluq Allah tidak melihat apakah dia kenal atau tidak, cinta itu murni tanpa pamrih. Jika yang hanya pernah melihat jejak kaki saja, do’a beliau begitu berpengaruh. Apalagi kita-kita yang mau menghormati dan mengikuti jejak beliau. Dengan demikian marilah kitai cintai orang-orang shaleh baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal.


Allahumma sholli a'la sayyidina Muhammad..

sumber cerita:Followers Of Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani

Rabu, 28 Februari 2024

KISAH PEMUDA DAN SEGELAS SUSU

 


Seorang pemuda mendatangi seorang syekh (ulama) dan bertanya kepadanya : "Aku masih belia, keinginanku banyak. Aku tak bisa menahan diri untuk memandangi perempuan yang lalu lalang di jalan dan di pasar. 

Apa yang harus aku lakukan syekh ?".


Lalu syekh itu memberinya sebuah gelas yang berisi penuh dengan susu. 

Ia menyuruh pemuda itu untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang mesti melalui pasar. Dengan syarat susu itu tidak boleh tumpah sedikitpun. 

Di samping itu syekh mengutus salah seorang muridnya untuk mendampingi pemuda itu saat di jalan. Ia ditugaskan memukulnya di hadapan orang banyak apabila ada susu yang tumpah.


Dan kenyataannya, susu itu sampai ke tempat yang dituju tanpa tumpah sedikitpun !


Setelah itu syekh bertanya : “Berapa perempuan yang kamu lihat di sepanjang jalan tadi ?”.


Pemuda itu menjawab : “Syekh, aku tidak melihat sesuatupun di sekitarku. Aku hanya ketakutan akan terkena pukulan dan dipermalukan di depan orang banyak apabila ada susu yang tumpah”.


Syekh berkata : “Begitulah keadaan orang mukmin. Seorang mukmin takut akan murka Allah dan takut akan dipermalukan di hari Kiamat kelak, apabila ia melakukan maksiat".


--------

Satu lagi kisah inspiratif tentang sikap khusyu (bersungguh-sungguh), dan rasa takut akan Murka Allah karena berbuat dosa.


Sumber stlh diedit dari :

http://www.blogofnurjaya.com/2013/01/kisah-pemuda-dan-segelas-susu.html

Jumat, 09 Februari 2024

Kisah Orang Kaya Naik Haji yang Menitipkan Uang

 

Orang kaya itupun bertanya kepada ahli warisnya. Namun tidak satupun diantara ahli warisnya mengetahui perihal uang titipan tersebut. Orang kaya itupun kebingungan dan bertanya-tanya dalam hatinya, di manakah uang yang disimpan oleh orang yang diberi amanat tersebut?

 

Orang kaya itupun mendatangi seorang alim di kota Mekkah, lalu menceritakan tentang uangnya tersebut.

 

Orang alim itu berkata : “Di sepertiga malam akhir nanti, pergilah kamu ke Sumur Zam-Zam, panggillah nama temanmu yang kau titipi uang itu, dibibir sumur. Jika temanmu adalah orang yang baik , dan termasuk seorang ahli Surga, maka dia pasti akan menjawab panggilanmu, lalu tanyakanlah kepadanya, dimanakah ia menyimpan uangmu”.

 

Pada akhir malam, orang kaya itupun pergi mendatangi Sumur Zam-Zam. Di bibir Sumur ia memanggil nama temannya yang ia titipi uang, hingga 3 kali ia panggil, namun tidak ada jawaban sama sekali.

Orang kaya itu pun kembali mendatangi orang Alim tersebut, lalu menceritakannya. Orang Alim itu kaget dan berkata : “Innaa Lillahi Wa Inna ilaihi Rooji’uun”, jika memang temanmu tidak menjawab, aku takut dia termasuk golongan Ahli Neraka.

 

Jika memang demikian pergilah kamu ke Yaman, disana ada sebuah Sumur yang bernama “Barhut”, dikatakan bahwa Sumur itu adalah bibir dari Neraka Jahannam…Datangilah di sepertiga malam akhir, dan panggillah nama temanmu itu”.

Orang kaya itu pun pergi ke Yaman, lalu mendatangi Sumur Barhut di sepertiga malam akhir. Ia pun memanggil nama temannya yg ia titipi uang: “Yaa Fulan !” Baru sekali panggilan, tiba-tiba terdengar jawaban dari dalam Sumur.

Orang kaya itu pun merasa prihatin dengan keadaan temannya tersebut, lalu bertanya : “Dimanakah engkau menyimpan uangku?”.

Dari dalam Sumur terdengar jawaban : “Aku menyimpan uangmu di sini dan di sini, di dalam rumahku, pergilah dan katakan kepada anak-anakku. Kamu akan mendapati uangmu kembali”.

Orang kaya itupun bertanya : “Bagaimana bisa engkau tergolong sebagai orang yang ahli Neraka? Bukankah kau adalah orang yang baik dan memiliki sifat amanah?”.

Orang itupun bercerita : “Sesungguhnya aku mempunyai seorang saudari perempuan yang faqir, lama kami tidak saling tegur sapa, sampai aku meninggal. Inilah yang menyebabkan aku tergolong sebagai ahli Neraka.

JIka kau mau menolongku, datangilah saudariku tersebut, dan mintakan maaf kepadanya, dan ceritakan padanya, bagaimana keadaanku sekarang ini yang merasakan siksaan, karena putus tali silaturrahim dengannya”.

Orang kaya itupun segera pergi ke rumah ahli waris temannya itu, lalu menceritakan dimana ayahnya meletakkan harta titipannya. Dan ternyata memang benar, uang tersebut masih utuh. Setelah itu, ia bertanya kepada anak-anak temannya itu, dimanakah rumah bibi mereka?

Setelah tahu alamatnya, iapun segera pergi ke rumah saudari perempuan temennya tersebut. Setelah bertemu, ia pun menceritakan apa yang di alami saudaranya di Alam Kubur.

Mendengar cerita orang kaya itu, perempuan itupun menangis dan memaafkan saudaranya, lalu ia memohon ampun dan mulai menyambung tali silaturrahim dengan anak-anak saudaranya”.

Catatan :

Rosulullah Saw bersabda : “Tidak akan masuk Surga orang yang putus tali silaturrahim “.

Diriwayat yg lain : “Orang yang putus tali silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah , walaupun dia mati didepan Ka’bah”.

Rosulullah Saw bersabda : “Tidak akan turun Rahmat Allah, kepada satu kaum, jika didalam kaum tersebut terdapat satu saja orang yang putus tali silaturrahim”.

Orang yang putus tali silaturrahim, berarti telah putus hubungan dengan Alloh Swt…Berarti shalatnya bukan untuk Allah, puasanya bukan untuk Allah, dzikirnya, dan ibadah-ibadah lainnya bukan untuk Allah Swt. Allahumma Shalli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad.(*

Selasa, 16 Januari 2024

Kisah Nyata : ALLAH BAYAR SECARA TUNAI

 


Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)


1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo, 

Seorang sahabat meminta bantuan,

Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,


Saya belikan kain sarung, 

Beli roti, 

Dll, 

Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal, 

Tak usah saya sebut namanya,


Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, 

Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,

.

"Ye...

Ye...

Anak aku datang, 

Anak aku datang, 

Senangnya anak aku datang..."


Saya tak mengenal beliau siapa, 

Ibu itu memeluk saya, 

Dia cium saya,


0rang tua itu berkata...


"Nak...

Kenapa tinggalkan ibu disini nak, 

Ibu mau pulang...

Ibu rindu rumah kita..."


Saya waktu itu...

Hampir tak bisa berkata-kata, 

Ya Allah...

Saya coba mengucapkan kata...


"Bu..."


Saya pegang tanganya, 

Saya lihat mukanya, 

Dia bilang...


"Sampai hati nak, 

Kau tak mengaku aku ini ibu kau..."


Bisa saya bayangkan, 

Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, 

Saya coba berpura-pura, 

Seolah-olah saya anaknya, saya berkata...


"Bu...

Maafkan saya ya..."


Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, 

Saya ambil roti, dl

Dan saya suapkan ke mulutnya,

Tak terasa menetes air mata dipipi,


Mencoba bayangkan, 

Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, 

Bila kita anaknya, 

Mengambilkan sepotong roti,

Kita suapkan kemulutnya, 

Bagaimana perasaan beliau ? 

Bagaimana perasan kita ?


Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi, 

Dia pegang tangan saya, 

Subhana Allah...

Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya,


Saat saya hendak pulang, 

Dia pegang kaki saya sambil berkata...


"Nak...

Jangan tinggalkan ibu nak, 

Ibu mau balik, 

Ibu mau pulang..."


Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ,

Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang,

Yang paling besar bergelar Tan Sri, 

0rangnya memang kaya, 

Punya nama besar, 

Dan hebat orangnya,


Waktu saya izin pulang, 

Dia pegang baju saya, 

Dia bilang mau ikut saya pulang, 

Saya bilang 

"Di mobil ada banyak barang", 

"Tak apa kata ibu itu, 

Saya duduk sama barang-barang, 

Itu"...


Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja,


Pulang ke rumah saya, 

Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang, 

Saya baca doa, sl

Saya tengok air mata beliau jatuh,

Selesai doa saya salami beliau, 

Saya cium tangannya, 

Saya bilang...


"Bu...Maafkan saya ya..."


Waktu itu, 

Saya tak membayangkan,

Kalau ibu saya sudah meninggal, 

Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, 

Sebab dia rindu pada anak-anaknya,


Di hari ketiga di rumah saya, 

Waktu Sholat Isya', 

Selesai doa saya salami beliau, 

Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, 

Dia salam,


Saya bilang...


"Bu...

Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?, 

2 hari yang lalu ibu salam, 

Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya,

Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?"


Dia bilang...


"Ustaz...

Kau bukan anak saya kan..."


Subhanaallah...

Tiba-tiba dia sebut nama saya "Ustaz",

Saya bilang...


"Kenapa ibu panggil saya ustaz ? 

Saya anak ibu..."


Dia berkata...


"Bukan...

Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, 

Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya, 

Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan..."


Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, 

Spontan saya pegang dia, 

Saya peluk dia, 

Saya menangis, 

Saya bilang...


"Bu... 

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya..."


Saya pegang tangan ibu ini...

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya, 

Waktu itu saya pandang wajahnya, 

Saya bilang...


"Bu...

Walaupun ibu saya telah tiada, 

Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, 

Ibu duduklah di sini..."


Saat makan, 

Saya suapkan nasi ke mulutnya, 

Dia muntahkan balik makan dari mulutnya,


Saya tanya...


"Kenapa bu ?"


Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, 

Saya angkat dia, 

Panggil ambulan antar ke rumah sakit,


Waktu di RS, 

Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, 

Dia pegang tangan saya dia berkata...


"Ustaz...

Kalau saya mati, 

Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, 

Kalau saya sudah mati, 

Jangan beritahu mereka di mana makam saya, 

Kalau mereka tahu di mana kubur saya, 

Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya..."


Saya pegang beliau saya berkata...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Isteri saya menangis di sebelah, 

Anak saya menangis di sebelah memegang dia, 

Kami pegang dia...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Dia geleng kepala, 

Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, 

Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu,


Dia meninggal dalam pelukan saya, 

Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh,


Sahabat, 

Bila kita masih ada ibu,

Tolonglah taat pada ibu kita, 

Jangan durhaka pada ibu kita, 

Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo, 

Saat ibu kita sakit kita jaga dia, 

Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita...


Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita...


"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ? 

Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?"


Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian...

Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, 

Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita...


Sahabat-sahabat semua... 

Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, 

Anak dia terus telefon saya...


Apa anaknya bilang pada saya...


"Saya akan bawa anda ke pengadilan, 

Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo"...


3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, 

Dia tak pergi lihat, 

Sebab itu ibunya rindu,

Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya...


Akhirnya saya tunggu, 

Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih,

Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan, 

Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya,


Menangis dalam masjid, 

0rang dalam masjid heran, 

Ada apa ini, 

Saya tanya pada dia...


"Pak, 

Ada apa ini ? 

Ada masalah apa...?"


Dia berkata dalam keadaan menangis...


"Ustaz...

Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ? 

Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?"...


Saya bilang...


"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?"...


Dia bilang...


"Tolonglah ustaz...

Saya mau jumpa ibu saya ustaz, 

Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu... 

Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz, 

Isteri saya mati kecelakaan, 

Rumah disita bank, 

Mobil mewah saya semua dah disita bank, 

Tinggal 1 saja, 

Motor tua itu..."


Saya berkata...


"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, 

Tapi dengan 1 syarat, 

Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu..."


Sampai di pemakaman, 

Tak sempat saya turun dari mobil, 

Dia turun duluan, 

Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, 

Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, 

Sambil memanggil-manggil...


"Ibu... 

Ibuuu... 

Ibuuuuu..."


Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya, 

Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya...


Allahu Akbarrr...!!!


Mengucap panjang saya... 

Allah SWT tunjukkan kepada saya, 

Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya,


Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, 

Ambillah iktibar dari kisah di atas,.


"Dan apabila mata ibumu sudah tertutup,

Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah SWT. 

Yaitu *Doa* seorang ibu"


Sekarang anda mempunyai 2 pilihan,

1. Biarkan Tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca,

2. Menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik 'Bagikan' supaya orang lain ikut terinpirasi dan Inysa Allah mendapat pahala,


Silahkan Di Share Ya...

Semoga yang Share Akan Ditambahkan Rezekinya, 

Dan Diangkat Penyakitnya...

Aamiin


Ya Allah...

๐Ÿ˜Š✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini

๐Ÿ˜Š✔ Lapangkanlah hatinya

๐Ÿ˜Š✔ Bahagiakanlah keluarganya

๐Ÿ˜Š✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

๐Ÿ˜Š✔ Mudahkan segala urusannya

๐Ÿ˜Š✔ Kabulkan cita-citanya

๐Ÿ˜Š✔ Jauhkan dari segala Musibah

๐Ÿ˜Š✔ Jauhkan dari segala Penyakit, 

Fitnah,

Prasangka Keji, 

Berkata Kasar, 

Dan Mungkar

๐Ÿ˜Š✔ Dan semoga yang membagikan status ini dan bilang aamiin Diberi rezeki yg melimpah Aamiin..

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุน...