Selasa, 09 Mei 2023

Kisah

 #KISAH NYATA


KISAH SEORANG ANAK DI AMSTERDAM, BELANDA


Setiap selesai shalat Jum'at setiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yang berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku–buku Islam, di antaranya buku 


"Ath-Thariq ilal Jannah (Jalan Menuju Surga)."


Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.


Namun, tibalah suatu hari ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin. 


Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin.


Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku, aku telah siap."


Ayahnya menjawab, "Siap untuk apa?"


Ia berkata, "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)."


Sang ayahpun berucap, "Suhu sangat dingin di luar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur."


Sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan, "Akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju Neraka di luar sana, dibawah guyuran hujan."


Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata, "Namun, Ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini."


Akhirnya, anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak, dan akhirnya memberikan izin.


Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata, "Terima kasih, wahai ayahku."


Dibawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membawa buku-buku itu yang telah dibungkusnya dengan sekantong plastik ukuran sedang agar tidak basah terkena air hujan, lalu ia membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. 


Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.


Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku di tangannya. Namun, sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut. 


Akhirnya, ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah di seberang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.


Sesampainya di depan rumah, ia pun memencet bel, tapi tidak ada respon. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama. 


Ketika hendak beranjak seperti ada yang menahan langkahnya, dan ia coba sekali lagi ditambah ketukan tangan kecilnya.


Sebenarnya, ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut. 


Pintupun terbuka perlahan, disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih.


Nenek berkata, "Ada yang bisa saya bantu, Nak?"


Si anak berkata (dengan mata yang berkilau dan senyuman yang menerangi dunia), "Saya minta maaf jika mengganggu. Akan tetapi, saya ingin menyampaikan bahwa Allah sangat mencintai dan memperhatikan Nyonya.

Kemudian saya ingin menghadiahkan buku ini kepada Nyonya. Didalamnya, dijelaskan tentang Allah Ta'ala, kewajiban seorang hamba, dan beberapa cara agar dapat memperoleh keridhaannya."


Satu pekan berlalu, seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah, ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi.


Terdengar sayup-sayup, dari shaf perempuan, seorang perempuan tua berkata, "Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini, dan belum ada yang mengunjungiku sebelumnya."

"Satu pekan yang lalu, saya bukanlah seorang muslim, bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun. Suamiku telah wafat, dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini."


Dan iapun memulai ceritanya bertemu anak itu, 


"Ketika itu cuaca sangat dingin disertai hujan lebat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku....... Kesedihanku sangat mendalam, dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku. Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup. Akupun naik ke atas kursi, dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sudah kutambatkan sebelumnya. Ketika hendak melompat, terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir, 'Paling sebentar lagi, juga pergi.'


Namun......... suara bel dan ketukan pintu semakin kuat. Aku berkata dalam hati,  'Siapa gerangan yang sudi mengunjungiku? Tidak akan ada yang mengetuk pintu rumahku.'


"Kulepaskan tali yang sudah siap membantuku mengakhiri nyawaku, dan bergegas ke pintu. ketika pintu kubuka, aku melihat sesosok anak kecil dengan pandangan dan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya."


Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian. 


Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali.


Ia berkata, 'Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa : Allah Ta'ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya,' lalu dia memberikan buku ini kepadaku.


"De Weg Naar De Hemel"

 (Jalan Menuju Surga)


Anak kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan.


"Hari itu juga secara tiba-tiba setelah menutup pintu, aku langsung membaca buku dari anak kecilku itu sampai selesai."


"Seketika, kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi."


"Sekarang, lihatlah aku. diriku sangat bahagia, karena aku telah mengenal Tuhan-ku yang sesungguhnya."


"Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterima kasih kepada kalian yang telah mengirimkan mutiara kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api Neraka."


Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung di masjid bergemuruh dengan  pekikan takbir, 

"Allahu Akbar."


Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana mutiara kecil itu duduk, dan memeluknya erat, di hadapan para jama'ah.


Sungguh mengharukan. Mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.


Judul asli :


 قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة  


"DE WEG NAAR DE HEMEL"


Penerjemah:


Shiddiq Al-Banjow


jazakullahu khairan wa waffaqahu


Barakallahu fiikum ____🍃🌹

~~~~⭕️

*🍃Berbagi_Kebaikan🍃*

Senin, 01 Mei 2023

GARAM DAN TELAGA* 


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.


Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.


“Segar.”, sahut tamunya.

“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.

“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.


“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”


Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”


Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.


**Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.



🌸☕~~~🖋️

Senin, 07 November 2022

Mengenal Keluarga Ali Imran, Namanya Abadi di Al Quran ok!!

  Admin IslamKita

Keluarga Imran (Ali imran) adalah keluarga mulia yang namanya diabadikan di dalam kitab suci Al Quran. Allah memilih keluarga ini dibanding keluarga lain di dunia karena bisa dijadikan pelajaran untuk membina keluarga yang selalu taat kepada Allah. Imran sendiri bukanlah nabi atau rasul, namun keluarganya bisa sejajar dan memiliki kedudukan yang terhormat di dunia dan akhirat. Meskipun bukan nabi, namun keluarga ini bisa jadi teladan yang baik.

Anggota Keluarga Imran (Ali Imran)

Anggota Keluarga Imran (Ali Imran)

Jumlah anggota keluarga Imran tidaklah banyak. Namun walaupun sedikit namun keluarga ini penuh dengan berkah dan memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah. Allah memilih keluarga ini dibanding keluarga yang lain untuk menunjukan betapa agung posisi mereka:

إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Ali Imran: 33-34)

Keluarga Imran dikepalai oleh Imran bin Matsan bin Al-Azar bin Al-Yud yang kemudian pada akhirnya bernasab ke Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam. Istri Imran bernama Hannah binti Faquda. Hannah adalah wanita solehah yang rajin beribadah. Saking salehnya, istri Imran pernah bernazar bahwa anak yang dikandungnya akan dinazarkan untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah secara penuh di Baitul Maqdis. Hal ini diceritakan pada ayat Al Quran.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35)

Keistimewaan Keluarga Imran (Ali Imran)

Keluarga Imran atau Ali Imran sangat istimewa di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Walaupun banyak keluarga Nabi atau rasul, namun ternyata ada satu keluarga yang dipilih Allah untuk dijadikan bahan pembelajaran umat manusia. Keistimewaan keluarga Imran terlihat dari beberapa hal berikut, yaitu:

  1. Keluarga Imran adalah satu-satunya nama keluarga yang dipakai di dalam Al Quran. Tidak ada surat lain yang menggunakan nama keluarga, kecuali Ali Imran
  2. Walaupun Imran bukan nabi, namun ia dan keluarganya dianggap sejajar dengan nabi dan keluarga nabi.

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). (QS. Ali Imran: 33)

  1. Keluarga ini dianggap (dibandingkan) lebih mulia dibanding dua keluarga nabi. Hal ini bisa dilihat dari ayat Al Quran surat At Tahrim:

وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ

Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat. (QS. At-Tahrim: 12)

Dua ayat sebelum ayat ini, menceritakan tentang istri dua nabi yang kafir yaitu istri nabi Nuh dan istri nabi Luth. Selanjutnya, di ayat 11 surat At Tahrim menceritakan tentang istri Fir’aun yang beriman namun memiliki suami yang kafir. Lalu di akhir surat At Tahrim, Allah memuji Maryam yang kelak akan melahirkan seorang nabi yaitu, nabi Isa alaihis salam.

Teladan untuk Membentuk Keluarga Saleh

Dari keluarga Imran, tentunya kita bisa mendapat banyak pelajaran. Memang tidak pernah salah Allah menjadikan keluarga ini sebagai keluarga terbaik di dunia. Karena mulai dari ayah, ibu, anak, hingga cucunya bisa menjadi teladan yang baik bagi umat manusia untuk membentuk keluarga yang saleh secara seutuhnya.

Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari keluarga Imran adalah:
  1. Bimbinglah anak sebaik mungkin supaya tidak keluar jalur agama Allah yang lurus. Jangan pernah beralasan tidak bisa atau gagal mendidik anak, karena nabi Nuh alaihis salam pernah ditegur langsung oleh Allah:

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya ia adalah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Hud: 46)

Dari sini, kita bisa belajar untuk tidak memihak kepada anak ketika mereka salah. Ada baiknya kita langsung menegur dan bertindak sewajarnya ketika anak mulai membangkang. Teguran Allah kepada nabi Nuh bisa dijadikan pelajaran bahwa jangan salahi diri sendiri dan memihak anak ketika mereka berbuat salah.

  1. Jangan beranggapan bahwa keluarga kita tidak bisa sama mulianya dengan keluarga para nabi. Ini dibuktikan oleh keluarga Imran yang merupakan manusia biasa tapi kedudukan keluarganya bisa sejajar dengan keluarga nabi di mata Allah. Seringkali anggapan kita bukan keluarga nabi dijadikan alasan ketika tidak bisa mendidik anak. Padahal keluarga Imran saja bisa dan bahkan lebih baik dari keluarga nabi.
  2. Pentingnya Mendidik Anak, bahkan saat mereka belum lahir. Bagi kamu yang sedang hamil atau berencana memiliki anak, dianjurkan pelajari surat Ali Imran karena di sana kita bisa pelajari bagaimana cara mendidik anak yang baik dan bersikap dalam rumah tangga. Istri juga sebagai ibu memiliki peranan sentral dalam mendidik anak-anak. Jika ibu lengah, pendidikan anak bisa kacau dan akidah anak-anak bisa dengan mudahnya rusak.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35)

Dari ayat di atas, bisa dipelajari bahwa ada pentingnya menyematkan harapan mulia pada anak sejak mereka masih di dalam kandungan. Ayat di atas membuktikan bahwa pendidikan anak harus dimulai bahkan sejak mereka masih di kandungan. Pelajaran baik yang diberikan adalah pastinya seputar tentang agama karena hal inilah yang akan membentuk pribadi anak di masa depan.


sumber: https://islamkita.co/keluarga-ali-imran/#:~:text=Keluarga%20Imran%20(Ali%20imran)%20adalah,yang%20selalu%20taat%20kepada%20Allah.

Rabu, 02 November 2022

𝐊𝐈𝐒𝐀𝐇 𝐒𝐄𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐏𝐄𝐍𝐂𝐔𝐑𝐈 𝐃𝐈 𝐙𝐀𝐌𝐀𝐍 𝐍𝐀𝐁𝐈 𝐌𝐔𝐒𝐀 عليه السلام.

 ╔═══≪✪⋆͙̈﷽⋆͙̈✪≫~~~🖋️

*_☕Kisah Cerita & Motivasi_*

*_Kehidupan☕_* ༆                

╚═══≪ ✪⋆͙̈❈ ⋆͙̈✪≫

_______________________💞📚☕

_🇲🇨Menuju Indonesia Bertauhid☝🏻_

https://chat.whatsapp.com/L3XL9d8tgNZ6cN4XTvezUs



*_Sahabat Fillah~~~_



Dizaman Nabi Musa عليه السلام ada seorang yang kerjanya mencuri, setelah 40 tahun mencuri, ia pun ingin bertaubat.


Suatu hari ia melihat Nabi Musa عليه السلام sedang berjalan dan terlintas dihatinya untuk mengikuti Nabi Musa عليه السلام.


Katanya, "Kalau aku dapat berjalan dibelakang Nabi Musa, mudah-mudahan aku termasuk orang yang beruntung."

Tetapi dia batalkan niatnya itu dan berkata,

"Aku ini pencuri, tidak layak bagiku berjalan bersama seorang Nabi Mulia."


Kemudian ia melihat seorang abid (ahli ibadah) yang dikenal sebagai orang yang istiqamah beribadah selama 40 tahun sedang berlari kecil mengejar Nabi Musa عليه السلام.


Sipencuri itu berkata didalam hatinya,

"Aku berjalan dibelakang siabid ini saja, semoga aku termasuk orang yang memperoleh kebaikan."


Melihat sipencuri mengikutinya, siabid terkejut dan berkata :

"Celakalah aku. Mengapa sipencuri itu mengikutiku? mungkin dia ingin berbuat jahat."


Lalu siabid pun segera mempercepat larinya agar sipencuri tidak dapat mengikutinya.

Melihat siabid yang semakin cepat berlari, sipencuri terus berusaha mengejarnya.


Akhirnya sipencuri berhasil sampai disisi siabid.

Siabid merasa pencuri itu terlalu hina untuk berjalan dibelakang Nabi Musa عليه السلام lalu ia pun mengusirnya.


Nabi Musa عليه السلام yang mendengar kekecohan dibelakangnya langsung berpaling dan bersabda kepada mereka berdua,


"Aku baru saja mendapatkan wahyu dari Allah سبحا نه و تعالى untuk disampaikan kepada kalian berdua bahwa segala amalan baik dan buruk kalian telah dihapuskan oleh Allah سبحا نه و تعالى."


Maka terkejutlah siabid dan sipencuri setelah Nabi Musa عليه السلام menjelaskannya.


Berbahagialah sipencuri karena dosanya selama 40 tahun mencuri telah diampuni oleh Allah, sementara siabid berduka karena ibadahnya selama 40 tahun tidak diterima oleh Allah سبحا نه و تعالى.


Rupanya sipencuri itu miskin dan tanggungannya banyak, orang-orang kaya enggan membantunya hingga memaksa dia mencuri untuk bertahan hidup, setiap kali dia mencuri, dia merasa sangat berdosa, jiwanya menderita dan selalu mengharap ampunan dan kasih sayang Tuhannya.


Sedangkan siabid, yakin ibadahnya mampu menyelamatkannya.

Selama 40 tahun beribadah, siabid merasa dirinya soleh dan mulia, hingga enggan berjalan bersama orang yang hina dan berdosa, dan hanya layak berjalan bersama para Nabi.


Janganlah kita tertipu dengan pandangan fisik dzohir, karena batin adalah tempat pandangan Allah سبحا نه و تعالى.


🌸☕~~~🖋️

Senin, 10 Oktober 2022

Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat 

Kamis, 8 September 2016 | 23:30 WIB Dalam kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi diceritakan, 

1) suatu kali Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf bercerita tentang salah seorang sahabatnya yang unik. Ia orang yang wara’ dan takwa meski orang-orang mengenal karibnya itu sebagai orang fasik dan pendosa. Sudah dua puluh tahun Abu Yusuf melakukan tawaf di sekitar Ka’bah bersamanya. Tak seperti Abu Yusuf yang berpuasa terus menerus (dawâm), 

2) sahabatnya ini sehari puasa sehari berbuka. Memasuki 10 hari bulan Dzulhijjah, sahabat Abu Yusuf ini menunaikan puasa secara sempurna kendati ia berada di padang sahara yang tandus. 

3) Bersama Abu Yusuf, ia masuk kota Thurthus dan menetap di sana untuk beberapa lama. Di tempat gersang inilah, persisnya di sebuah kawasan reruntuhan bangunan, ia wafat tanpa seorang pun yang tahu kecuali Abu Yusuf. 

4) Abu Yusuf pun keluar mencari kain kafan dan alangkah kagetnya tatkala dirinya kembali menyaksikan kerumunan orang berkunjung, mengafani, sekaligus menyalati jenazah sahabatnya tersebut di tempat yang semula tak berpenghuni. Karena begitu ramainya, Abu Yusuf sampai tak bisa masuk lokasi reruntuhan bangunan itu. 

5) Para pelayat menyebut-nyebut almarhum sebagai orang yang zuhud dan termasuk dari kekasih Allah (waliyyullah). “Subhanallah, siapa yang mengumumkan kematiannya hingga orang-orang berbondong-bondong bertakziah, menyalati, dan menangisi kepergiannya?” Kata Abu Yusuf. 

Setelah melalui perjuangan keras, Abu Yusuf akhirnya berhasil menghampiri jenazah sahabatnya tersebut dan terperanjat saat melihat kain kafan yang tak biasa. Pada kain itu tercantum tulisan berwarna hijau: هذا جزاء من آثر رضا الله على رضا نفسه وأحب لقاءنا فأحببنا لقاءه “Inilah balasan orang yang mengutamakan ridha Allah ketimbang ridha dirinya sendiri; orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.” 

6) Selepas melaksanakan shalat jenazah dan mengebumikannya, rasa kantuk berat menghampiri Abu Yusuf hingga akhirnya tertidur. Di dunia mimpi inilah Abu Yusuf menyaksikan sahabatnya yang ahli puasa tersebut menunggang kuda hijau serta berpakaian hijau dengan sebuah bendera di tangannya.

7) Di belakangnya ada seorang pemuda tampan berbau harum. Di belakang pemuda ini, ada dua orang tua diikuti di belangnya lagi satu orang tua dan satu pemuda. “Siapa mereka?” Tanya Abu Yusuf. “Pemuda tampan itu adalah Nabi kita Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam. Dua orang tua itu adalah Abu Bakar dan Umar, sementara orang tua dan pemuda itu adalah Utsman dan Ali. 

8) Dan akulah pemegang bendera di depan mereka,” jelas almarhum sahabatnya dalam mimpi itu. “Hendak ke manakah mereka?” “Mereka ingin meziarahiku.” Abu Yusuf pun kagum, “Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?” 

9) “Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari Dzulhijjah,” jawab sahabatnya. Abu Yusuf pun bangun dari tidur, lalu sejak itu ia tak pernah meninggalkan amalan puasa itu hingga akhir hayat.

10) Anjuran memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi yang mengatakan, “Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Dzulhijjah).” Meskipun disebutkan kata “sepuluh hari”, puasa jika dimulai 1 Dzulhijjah cukup dijalankan sembilan hari karena tanggal 10 Dzulhijjah (juga hari tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah) adalah hari terlarang untuk berpuasa. Sebagaimana pendapat An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa yang dimaksud dengan ayyamul ‘asyr (10 hari) adalah 9 hari sejak tanggal 1 Dzulhijjah. Wallahu a’lam. 


Sumber: https://islam.nu.or.id/hikmah/kisah-ahli-puasa-dzulhijjah-diziarahi-rasulullah-dan-para-sahabat-FRLvO

Senin, 12 September 2022

Pemuda rajin bersholawat

 Mushola al musyarofah

[13/9 04.35] Wa: Betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya tiada pandang bulu. Kisah asli ini ada di dalam kitab Afdlalus Shalawât ‘alâ Sayyidis Sâdât karyaSyekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani.


Dikutip dari cuitan akun Habib Sayid Machmoed BSA @sayidmachmoed, beliau menceritakan sebagai berikut.


Pada suatu ketika, di musim haji, Sufyan ats-Tsauri Rahimahullah tengah melaksanakan thawaf di Baitullah.



Ketika itu Sufyan melihat seorang lelaki yang selalu membaca shalawat setiap ia melangkahkan kaki.


Baca Juga: Cerita Dibalik Turunnya Surat Al Fatihah dan Keistimewaan , Gus Baha : Iblis Pun Dibuat Kesakitan


Sufyan lalu menghampiri laki-laki tersebut, dan menegurnya: "Wah, kalau begini Anda telah meninggalkan bacaan tasbih dan tahlil. Anda hanya terfokus pada shalawat untuk Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam saja. Apa alasan Anda melakukan amalan ini?"


Laki-laki itu kemudian balik bertanya kepada Sufyan, "Siapakah Anda ini? Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan Anda karunia kesehatan dan keselamatan!"


Sufyan Rahimahullah menjawab, "Aku Sufyan ats-Tsauri."


Laki-laki itu berkata: "Baiklah, akan saya ceritakan kisah saya. Andaikata tidak karena Anda adalah orang luar biasa di masa ini, niscaya saya tidak akan menceritakan karunia yg dianugerahkan kepada saya, dan niscaya saya tidak akan membuka rahasia yg diberikan Allah pada saya.”

[13/9 04.36] Wa: Kemudian laki-laki itu berkisah: "Pada suatu hari, saya dan ayah saya pergi untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah perjalanan, ayah saya mengalami sakit, maka saya berhenti dulu untuk mengobatinya.


Lalu di suatu malam yang memilukan, ayah saya meninggal dunia dengan wajah yang menghitam legam. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, ayahku telah meninggal dengan wajah yang menghitam, ujar saya dalam hati. Saya merasa sangat sedih sekali menyaksikan keadaannya.


Lalu saya mengambil selembar kain dan menutupi wajahnya. Saya begitu larut dalam kesedihan dan terus memikirkan, apa yang akan dikatakan orang-orang jika melihat wajah ayah saya yang hitam legam. Dalam keadaan seperti itu, saya diserang kantuk dan jatuh tertidur.


Tiba-tiba saya bermimpi melihat seorang laki-laki yang sangat tampan, belum pernah saya melihat laki-laki setampan itu, seumur hidup saya. Pakaiannya begitu bersih dan dari tubuhnya tercium aroma yang sangat harum, bukan seperti wewangian biasa.


Baca Juga: Astaghfirulllah, Benarkah Maksiat Bikin Rezeki Seret? Berikut Penjelasan Habib Sayid Machmoed BSA


Kemudian laki-laki itu melangkah menuju jasad ayah saya dan membuka kain penutup wajahnya. Lalu laki-laki itu mengusapkan telapak tangannya ke wajah ayah saya. Maka tiba-tiba saja wajah ayah saya menjadi putih bersinar-sinar. 


Ketika laki-laki itu hendak beranjak pergi, saya memegang bajunya dan bertanya: "Wahai hamba Allah, siapakah Anda, yang telah dikaruniai Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menyelamatkan ayah saya dan melenyapkan kegundahan di hati saya?"


Laki-laki itu lalu menjawab, "Tidakkah kamu mengenalku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah, yang mendapat wahyu Al Qur'an. Ketahuilah, ayahmu semasa hidupnya adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya. Akan tetapi, ia banyak membaca shalawat untukku.


Ketika kematian menghampirinya, ia meminta pertolonganku. Aku banyak menolong orang yang banyak membaca shalawat untukku." Kemudian saya bangun dan melihat wajah ayah saya yang telah menjadi putih bersinar."


Halaman:

1

2

3

Selanjutnya

Editor: Dwi Andri Yatmo


Sumber: Twitter @sayidmachmoed


SHARE:

    

TAGS

shalawat

sholawat

syafaat


Apakah ada cara terbaik agar tumbuh lebih tinggi secara cepat?

Kami menawarkan cara mudah dengan harga terjangkau, tinggi anda bertambahn 10 cm! Dijamin


Ini cara untuk menambah tinggi badan Anda? +10 cm dalam 2 bulan

Dari 160 cm menjadi 170 cm dalam 2 bulan. Tanpa operasi. Hanya dengan obat alami


Rahasia Pria Indonesia Berhasil Menyembuhkan Impotensi dengan Cepat!

Minimal 2 Kali Sehari...


Untuk Menambah Kekuatan Pria Cukup Minum 2 Kali ...

Cara suami saya menyembuhkan impotensi.

TERKAIT

Cerita Dibalik Turunnya Surat Al Fatihah dan Keistimewaan , Gus Baha : Iblis Pun Dibuat Kesakitan

Benarkah Orang Alim dan Dermawan yang Pertama Masuk Neraka? Berikut Penjelasan Lengkap dari Habib Ali Al Jufri

Astaghfirulllah, Benarkah Maksiat Bikin Rezeki Seret? Berikut Penjelasan Habib Sayid Machmoed BSA

Asmaul Husna: Teks Arab, Latin, dan Artinya

Sholawat Badar : Teks Arab, Latin, Artinya, dan Manfaat Khasiatnya

7 Tips Ampuh Menjaga Kamar Anda Tetap Bersih Segar dan wangi Selama 24 Jam

Sholawat Fatih : Teks Arab, Latin, dan Artinya dalam Bahasa Indonesia serta Keutamaan Membaca

ARTIKEL REKOMENDASI




Ahli Mata Terkejut! Ini Meningkatkan Penglihatan 99% dalam 5 Hari

Vision Complex


Pembunuh prostat ditemukan! Para Pria Harus Membacanya Sekarang!

Prostaform


Harga mobil listrik di tahun 2022 mungkin akan mengejutkan Anda

RTBS Offer


Anda Wajib Minum Ini! Agar Tensi 120/80 dan Pembuluh Darah Bersih

Cardionormin

TERKINI

Tips Mendapat Bayi Kelamin Lak-Laki yang Baik dan Sholeh Menurut  Islam Kitab Fathul Izar

Tips Mendapat Bayi Kelamin Lak-Laki yang Baik dan Sholeh Menurut  Islam Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 13:12 WIB

Etika Bersenggama , Tips Memperoleh Bayi Kelamin Lak-Laki atau Perempuan Menurut  Kitab Fathul Izar

Etika Bersenggama , Tips Memperoleh Bayi Kelamin Lak-Laki atau Perempuan Menurut  Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 13:04 WIB

Doa dan Dzikir Untuk Memperoleh Bayi Laki-Laki Menurut Islam Kitab Fathul Izar

Doa dan Dzikir Untuk Memperoleh Bayi Laki-Laki Menurut Islam Kitab Fathul Izar

8 September 2022, 12:34 WIB

Wajib Tau! Rahasia Bersenggama yang Baik Agar Anak Berwajah Tampan Menurut Kitab Fathul Izar

Wajib Tau! Rahasia Bersenggama yang Baik Agar Anak Berwajah Tampan Menurut Kitab Fathul Izar

7 September 2022, 18:58 WIB

Simak! Wajib Tau Waktu Bersenggama dan Pengaruhnya Terhadap  Anak Menurut Kitab Fathul Izar

Simak! Wajib Tau Waktu Bersenggama dan Pengaruhnya Terhadap  Anak Menurut Kitab Fathul Izar

7 September 2022, 18:46 WIB

TERPOPULER

1

Inilah Kunci Jawaban Game Shopee Tebak Kata Tantangan Harian 11 September 2022, Berkaitan dengan LEBAH, LABA

2

Inilah Kunci Jawaban Game Shopee Tebak Kata Tantangan Harian 12 September 2022, Berkaitan dengan PENJARA, AREA

3

Almeria vs Osasuna di La Liga Spanyol: Prediksi Head To Head, Susunan Pemain

4

Kunci Jawaban Game Words of Wonders (WOW) Teka-Teki Harian Tanggal 12 September 2022

5

Elche vs Athletic Bilbao di La Liga Spanyol: Prediksi Head To Head, Susunan Pemain

Media Pemalang

Jl. Pos Pengamat Gunung Slamet, Rt 05/Rw 01, Desa Gambuhan,

Kec. Pulosari, Kab. Pemalang, Jawa Tengah 52355

Telepon : 085640608296

Email : redaksimediapemalang@gmail.com


   

Part Of

Pikiran Rakyat Network

Rekor Muri SPS SPS Verifikasi Dewan Pers

PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara

Jl. Asia Afrika No. 75

Bandung - Jawa Barat, 40111, Ph. 022-4241600

Email: prmnnewsroom@pikiran-rakyat.com


PIKIRAN RAKYAT

GOWAPOS.COM

PR CIREBON

PR CIANJUR

PR TASIKMALAYA

PEDOMAN TANGERANG

PR BOGOR

PR DEPOK

PR PANGANDARAN

PR INDRAMAYU

PR BEKASI

PRFM NEWS

SEPUTAR TANGSEL

PORTAL JEMBER

LIHAT SEMUA 

Tentang Kami  Redaksi  Pedoman Pemberitaan  Info Iklan  Kontak  Karir

©2022 Pikiran Rakyat Media Network

[13/9 04.37] Wa: Surat Al-Ahzab Ayat 56

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Referensi : https://tafsirweb.com/7668-surat-al-ahzab-ayat-56.html

[13/9 04.39] Wa: Hal ini atas dasar hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Imam An-Nasai, dan Imam Al-Bazzar dari Abu Burdah bin Nayar berikut. قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من صلى علي من أمتي صلاة مخلصا من قلبه، صلى الله عليه بها عشر صلوات، و رفعه بها عشر درجات، و كتب له بها عشر حسنات، و محا بها عشر سيئات Artinya, Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang bershalawat kepadaku dari umatku shalawat secara ikhlas dari hatinya, Allah swt akan bershalawat untuknya 10 kali shalawat, menaikkan derajatnya 10 kali, mencatat untuknya 10 kali kebaikan, dan menghapuskan untuknya 10 keburukan.”


Sumber: https://islam.nu.or.id/shalawat-wirid/11-keutamaan-membaca-shalawat-untuk-nabi-muhammad-saw-6LJhS

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : أن رسول الله صلى الله ع...