Jumat, 24 Desember 2021

Kisah Imam Ahmad Dalam Menjaga 'Iffah (Kehormatan Diri)

 ๐Ÿ”– 

Diceritakan bahwa pernah suatu hari Imam Ahmad ketika sedang menimba ilmu di Yaman rumah beliau dimasuki pencuri, pakaian beliau ludes dicuri.


Imam Ahmad pun tidak bisa keluar rumah karena sudah tidak punya lagi pakaian untuk ganti.


Dengan keadaan demikian, akhirnya selama beberapa waktu Imam Ahmad tidak terlihat di majelis ilmu.


Teman-temannya merasa kehilangan karena mereka tidak tahu dengan apa yang sedang menimpa Imam Ahmad.


Mereka pun akhirnya bersama-sama menuju ke rumah Imam Ahmad untuk mencari kabar.


Ketika sampai di rumahnya, mereka pun menanyakan kabar beliau.


Imam Ahmad akhirnya terpaksa bercerita tentang kejadian yang menimpanya.


Karena rasa iba atas apa yang terjadi, di antara mereka ada yang menawarkan bantuan berupa emas kepada Imam Ahmad.


Temannya mempersilahkan kepada Imam Ahmad agar emas tersebut digunakan untuk berbelanja segala kebutuhannya, tapi Imam Ahmad menolaknya dan beliau hanya mau mengambil satu dinar dari salah seorang temannya.


Itu pun beliau ambil karena statusnya sebagai upah atas pekerjaan beliau menyalinkan catatan kepada salah seorang temannya tersebut.


Allahu akbar!


Ikhwan wa akhwat fillah! Perhatikanlah sedemikian keadaannya Imam Ahmad, tapi beliau tidak mudah untuk meminta-minta.


Beliau tetap menjaga kehormatan dirinya.


Beda dengan kita yang selalu berharap bantuan dari manusia padahal keadaannya belum pada taraf darurat.


Allahu musta'an, wallahu a'lam, semoga bermanfaat.


๐Ÿ“š Al Bidayah Wan Nihayah karya Imam Ibnu Katsir, jilid 1 halaman 329


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุจุงุฑูƒ ูˆุณู„ู… ุฃุฌู…ุนูŠู†


 Ilmu Dan Dakwah

Sabtu, 18 Desember 2021

Kisah Nabi yang tertidur selama 100 tahun merupakan salah saatu tanda-tanda kebesaran Allah.

 Kisah Nabi Uzair yang Tertidur 100 Tahun

Al musyarofah 2021


✍️Rusman H Siregar


Jum'at, 10 Desember 2021 - 22:11 WIB



Dikisahkan, seorang hamba Allah melewati satu negeri yang kosong tanpa penduduk dan telah runtuh setelah kehancuran Nebukadnezar. Kemudian hamba itu berkata: "Bagaimana Allah akan menghidupkan negeri ini kembali setelah mati?" Maka Allah menidurkannya selama 100 tahun lalu menghidupkannya kembali.


Kisahnya diabadikan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an. Hamba Allah yang dimaksud ialah Uzair. Al-Qur'an tidak menyebutnya sebagai Nabi, namun para ulama menyatakan bahwa Uzair adalah seorang Nabi di antara 313 orang Rasul utusan Allah.


Ibnu Katsir mengatakan, pendapat yang masyhur menyatakan Uzair adalah seorang Nabi yang diutus kepada Bani Israil. Riwayat lain menyebut beliau adalah seorang pemuka agama dari Bani Israel yang hidup sebelum kelahiran Nabi Isa 'alahissalam.


Berikut firman-Nya:


ุงَูˆۡ ูƒَุงู„َّุฐِู‰ۡ ู…َุฑَّ ุนَู„ٰู‰ ู‚َุฑูۡŠَุฉٍ ูˆَّ ู‡ِู‰َ ุฎَุงูˆِูŠَุฉٌ ุนَู„ٰู‰ ุนُุฑُูˆุۡดِู‡َุง ‌ۚ ู‚َุงู„َ ุงَู†ّٰู‰ ูŠُุญูۡ‰ٖ ู‡ٰุฐِู‡ِ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจَุนุۡฏَ ู…َูˆุۡชِู‡َุง ‌ۚ ูَุงَู…َุงุชَู‡ُ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ู…ِุงุฆَุฉَ ุนَุงู…ٍ ุซُู…َّ ุจَุนَุซَู‡ٗ ‌ؕ ู‚َุงู„َ ูƒَู…ۡ ู„َุจِุซุۡชَ‌ؕ ู‚َุงู„َ ู„َุจِุซุۡชُ ูŠَูˆูۡ…ًุง ุงَูˆۡ ุจَุนุۡถَ ูŠَูˆูۡ…ٍ‌ؕ ู‚َุงู„َ ุจَู„ۡ ู„َّุจِุซุۡชَ ู…ِุงุฆَุฉَ ุนَุงู…ٍ ูَุงู†ุۡธُุฑۡ ุงِู„ٰู‰ ุทَุนَุงู…ِูƒَ ูˆَุดَุฑَุงุจِูƒَ ู„َู…ۡ ูŠَุชَุณَู†َّู‡ۡ‌ۚ ูˆَุงู†ْุธُุฑۡ ุงِู„ٰู‰ ุญِู…َุงุฑِูƒَ ูˆَู„ِู†َุฌุۡนَู„َูƒَ ุงٰูŠَุฉً ู„ِّู„ู†َّุงุณِ‌ ูˆَุงู†ْุธُุฑۡ ุงِู„َู‰ ุงู„ุۡนِุธَุงู…ِ ูƒَูŠูۡَ ู†ُู€ู†ุۡดِุฒُู‡َุง ุซُู…َّ ู†َูƒุۡณُูˆูۡ‡َุง ู„َุญูۡ…ًุง ‌ؕ ูَู„َู…َّุง ุชَุจَูŠَّู†َ ู„َู‡ٗ ۙ ู‚َุงู„َ ุงَุนูۡ„َู…ُ ุงَู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَู‰ุۡกٍ ู‚َุฏِูŠุۡฑٌ


"Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (di sini)?" Dia (orang itu) menjawab, "Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Tidak! Engkau telah tinggal 100 tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Baqarah Ayat 259)


Nabi Uzair dihidupkan kembali setelah 100 tahun tertidur. Allah menghidupkan kembali jasadnya sebagaimana sebelum beliau tertidur. Nabi Uzair bertemu ahli keluarga dan masyarakat. Setelah itu beliau menunggang keledai dan pergi ke rumahnya sendiri yang ditinggalkannya 100 tahun dahulu dan menemui seorang wanita buta yang berusia 120 tahun.


Beliau bertanya kepadanya, adakah rumah itu kepunyaan Uzair? Wanita itu mengiyakannya dan menyatakan bahwa Uzair sudah dilupakan orang. Akhirnya, beliau meyakinkan wanita itu bahwa dirinya adalah Uzair. Wanita itu pun mengumumkan kepada orang ramai (kaum Yahudi) bahwa Uzair sudah kembali.


Uzair pun didatangi anaknya sendiri yang berusia 118 tahun. Sewaktu beliau ditidurkan, anaknya berusia 18 tahun. Lalu anaknya mengatakan bahwa ayahnya dulu memiliki tanda kelahiran di antara dua bahunya. Beliau pun menunjukkan tanda kelahiran itu.


Kaum Yahudi Menyebut Uzair Anak Allah


Al-Qur'an mengisahkan sikap orang-orang Yahudi yang melampaui batas karena menyebut Uzair sebagai anak Allah. Orang-orang Yahudi menyebutnya 'Izra dan dianggap pahlawan karena menulis salinan Kitab Taurat.


Kala itu tidak ada satu pun yang menghafal Kitab Taurat setelah semuanya dibakar pada zaman penyerangan Raja Bukhtunasar. Maka mereka meminta Uzair mengeluarkan satu-satunya salinan Taurat yang disembunyikan oleh ayahnya sendiri bernama Sarukha.


Ketika Nabi Uzair mengeluarkan salinan Kitab Taurat dari tempat persembunyiannya, didapatinya kertasnya sudah rusak dan berderai. Maka Uzair pun duduk sambil memikirkan bagaimana beliau dapat menulis kembali Kitab Taurat itu.


Saat berada di hadapan orang-orang Yahudi, tiba-tiba dua bintang jatuh dari langit dan menghentak dadanya dan seketika membuka ingatannya. Lalu Uzair menulis kembali Kitab Taurat itu.


Melihat itu, orang-orang Yahudi mengatakan Uzair adalah anak Allah disebabkan dua perkara. Pertama, penyaksian mereka terkait jatuhnya dua bintang dari langit. Menurut pandangan mereka, ini adalah tanda sebagai anak Tuhan. Perkara kedua adalah Nabi Uzair mampu menyalin Kitab Taurat hanya melalui ingatannya.


Anggapan berlebihan orang-orang Yahudi ini pun mendapat laknat dari Allah. Berikut firman-Nya Al-Qur'an:


ูˆَู‚َุงู„َุชِ ุงู„ูۡŠَู‡ُูˆุۡฏُ ุนُุฒَูŠุۡฑُ ุۨงุจูۡ†ُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَู‚َุงู„َุชِ ุงู„ู†َّุตٰุฑَู‰ ุงู„ูۡ…َุณِูŠุۡญُ ุงุจูۡ†ُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ‌ؕ ุฐٰ ู„ِูƒَ ู‚َูˆูۡ„ُู‡ُู…ۡ ุจِุงَ ููۡˆَุงู‡ِู‡ِู…ۡ‌ ۚ ูŠُุถَุงู‡ِุฆُูˆู†َ ู‚َูˆูۡ„َ ุงู„َّุฐِูŠูۡ†َ ูƒَูَุฑُูˆุۡง ู…ِู†ۡ ู‚َุจูۡ„ُ‌ ؕ ู‚َุงุชَู„َู‡ُู…ُ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ‌ۚ ุงَู†ّٰู‰ ูŠُุคูۡَูƒُูˆูۡ†َ


"Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" (QS. At-Taubah Ayat 30)


Dalam Tafsir Kemenag disebutkan bahwa Uzair hidup di sekitar tahun 457 sebelum Masehi. Dia seorang pengarang ulung, pendiri suatu perhimpunan besar, dan rajin mengumpulkan naskah-naskah Kitab Suci dari berbagai daerah.

Dialah yang memasukkan huruf-huruf Kaldea atau Arami sebagai pengganti huruf-huruf Ibrani kuno. Dia juga yang menulis hal-hal yang terkait dengan peredaran matahari, dan menyusun kembali kitab-kitab bermutu yang telah berantakan. Semasa hidupnya, ia dianggap sebagai masa kesuburan agama Yahudi, karena dialah penyair syariat Taurat yang terkemuka, menghidupkan syariat itu kembali sesudah sekian lama dilupakan orang.


Karena itu kaum Yahudi menganggapnya sebagai orang suci yang lebih dekat kepada Allah. Bahkan sebagian dari mereka yang fanatik menganggap dan memanggilnya dengan "anak Allah". Meskipun hanya sebagian kaum Yahudi yang berkeyakinan demikian tetapi tidak ada yang membantahnya dan mengingkarinya.


Allah mengutuk mereka karena tidak mau kembali ke akidah tauhid bahwa Allah itu Esa. Adapun Uzair dan Isa Al-Masih bukanlah anak Allah melainkan hamba yang saleh, taat kepada Allah, mulia dan dihormati.


๐Ÿ“(www.facebook.com/muhammadrozi) (17/12/21). 

______

Copyright © 2021 SINDOnews.com, All Rights Reserved

https://kalam.sindonews.com/read/624873/70/kisah-nabi-uzair-yang-tertidur-100-tahun-1639149130

______

> Ikhlashati Olshop www.tokopedia.com/ikhlashatiolshop

___

Foto/dok alnurceyhan.com

Rabu, 15 Desember 2021

Masalah Doa๐ŸŒน*

 *ฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒฟฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒผฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒผฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒฟฤฑllฤฑllฤฑ*

《﷽๐Ÿ“ฟ๐•ญ๐–Š๐–—๐–™๐–†๐–˜๐–‡๐–Ž๐– ๐•ด๐–“๐–‰๐–†๐–๐Ÿ“ฟ﷽》


*ุงَู„ุณّٰู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَ ุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَ ุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ* 


*۞ุงَู„ู„ู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ۞*


*☪️


๐ŸŒธ๐ŸƒSeseorang mengeluh pada seorg ustad, "Dimanakah keadilan Alloh, telah lama aku meminta dan memohon padaNya namun tak pernah dikabulkan..aku beribadah, bersedekah, berbuat kebajikan.. tapi tak satupun keinginanku dikabulkan.


Padahal seorang teman yg ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk, tapi apa yang dimintanya terkabul dengan cepat ..... Oh sungguh Alloh tidak adil ....."


Ustad pun berkata,

"Pernahkah engkau didatangi pengamen?"

"Pernah, tentu saja" Kata orang itu serius.

"Bayangkan jika pengamen itu berpenampilan seram, bertato, bertindik, nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?"

Orang itu menjawab, "segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku"


"Lalu bgmn jika pengamen itu besuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kau lakukan?"

"Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan tambah lagi..", kata orang itu sambil tersenyum.


"Kalau begitu bisa saja Alloh bersikap begitu pada kita hambaNya.

Jika ada manusia yang berakhlak buruk & dibenciNya berdoa & memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pd malaikat "Cepat berikan apa yg dia minta. Aku muak dengan pintanya".


Tapi bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja Alloh berfirman pada malaikatNya : "Tunggu, Tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa2nya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya.." Aku inginkan sesuatu yang Terbaik utknya nanti.


SAUDARA dan SAHABATKU...

Sesungguhnya Alloh akan memperlakukan kita sesuai prasangka kita terhadap-Nya.

Baikkan prasangkamu, maka Allohpun akan menjanjikan kehidupan yang indah, yang kelak membuat kita semakin bersyukur kepadaNya


Apapun yang terjadi pada kita, itu yg terbaik untuk kita.

Jangan pernah berprasangka buruk pada Allah)


*๐ŸŒท๐Ÿ“ฟikhsan[berbuatbaik]๐Ÿ’•✍๐Ÿป*


*ุขู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ุณَูŠّุฏู†َุข ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ุณَูŠّุฏู†َุข ู…ُุญَู…َّุฏ*


   *๐Ÿ•Š๐•ธ๐–†๐–๐–Š๐–‘๐–Ž๐–˜ ๐•ป๐–Š๐–ˆ๐–Ž๐–“๐–™๐–† ๐•ฝ๐–†๐–˜๐–š๐–‘๐Ÿ•Š*

❀✰✰แจ–แจ–แจ–แจ–แจ–แจ–แจ–แจ–✰✰❀

*《๐Ÿ“ฟ๐ŸŒทsabar&syukur๐ŸŒท๐Ÿ“ฟ》*

*ฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒฟฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒผฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒผฤฑllฤฑllฤฑ๐ŸŒฟฤฑllฤฑllฤฑ*

Minggu, 07 November 2021

KISAH PEMUDA AHLI TAHAJJUD

 https://www.facebook.com/groups/1016398002204881/permalink/1213475945830418/?sfnsn=wiwspmo&ref=share

https://www.facebook.com/groups/1016398002204881/permalink/1213475945830418/

Ibrah/pelajaran berharga.


KISAH PEMUDA AHLI TAHAJJUD 

Telah disampaikan di pengajian rutin Sabtu Pagi Mushola Al Musyarofah Jakarta Desember 2021

===========================

Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. 


Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.


Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.”


Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat.

“Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat.


Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjukkan membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.”


Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.

.

Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar.


“Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…”


Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar.

.

Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid.


Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal- amalnya.


 “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?” Wallahu A'lam..


Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya, agar di setiap ilmu yang kita miliki, dapat menggerakkan kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah.


#copas.

Jumat, 22 Oktober 2021

Emas dan Tanah

 EMAS berkata pada TANAH


" Coba lihat pada dirimu suram dan lemah , apakah engkau memiliki cahaya mengkilau seperti aku ??,,,


TANAH menjawab.

" Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah , bisa menumbuhkan rumput dan pohon , bisa menumbuhkan tanaman dan banyak lagi apakah kamu bisa ?,,,

EMAS pun terdiam seribu bahasa....!!


Dalam hidup ini banyak orang yang seperti EMAS berharga , menyilaukan tapi tidak bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, rupawan dalam paras , tapi sukar dalam membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah , posisi biasa saja , bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapan pun.


Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa Bernilainya Diri kita, tetapi seberapa besar bermafaatnya kita bagi orang lain.

Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang barulah kita benar-benar Bernilai.


Apa gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat kita, keluarga, dan 

orang lain.

Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan

Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.


#selfreminder

Sumber:

https://www.facebook.com/100026864083158/posts/882311186007676/

Sabtu, 16 Oktober 2021

AL-KISAH SEORANG PENGEMIS MENGETUK PINTU RUMAH RASULULLAH SAW

 


Pengemis itu berkata: "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah."


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".


Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Rasulullohu shallallahu ‘alaihi wasallam.


Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: 


"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ".


Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.


Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:


 “jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”. 

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.


Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata: 


“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".


Masyaa Allah...

dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.


Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan penuh gembira dan berkata:

 "Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku.. ".


Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam jarang sekali tertawa... 


Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah: 

"Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."


Masya Allah ...


Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqoh itu ada 5 macam:


Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :


1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.


[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].


Wallahu A'lam bish-shawab


Semoga Allah Ta'ala mendekatkan kita hari ini dengan segala kebaikan yang ada di dalamnya dan memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiin yaa Rabbal'Aalamiin ๐Ÿคฒ

Selasa, 05 Oktober 2021

Akhir Hidup Penyembah Berhala yang Mendapatkan Hidayah

 


Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika itu kami naik perahu, angin kencang berhembus menerpa perahu kami, sehingga kami terdampar di suatu pulau. Kami turun ke pulau itu dan mendapat seorang laki-laki sedang terdiam menyembah patung.”


Kami berkata kepadanya, ‘Di antara kami, para penumpang perahu ini tidak ada yang melakukan seperti yang kamu perbuat.’


Dia bertanya, ‘Kalau demikian, apa yang kalian sembah?’


Kami menjawab, ‘Kami menyembah Allah.’


Dia bertanya, ‘Siapakah Allah?’


Kami menjawab, ‘Dzat yang memiliki istana di langit dan kekuasaan di muka bumi.’


Dia bertanya, ‘Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?’


Kami jawab, ‘Dzat tersebut mengutus seorang rasul kepada kami dengan membawa mukjizat yang jelas, maka rasul itulah yang menerangkan kepada kami mengenai hal itu.’


Dia bertanya, ‘Apa yang dilakukan rasul kalian?’


Kami menjawab, ‘Ketika beliau telah tuntas menyampaikan risalah-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ruhnya. Kini utusan itu telah meninggal.’


Dia bertanya, ‘Apakah dia tidak meninggalkan sesuatu tanda kepada kalian?’


Kami menjawab, ‘Dia meninggalkan kitabullah untuk kami.’


Dia berkata, ‘Coba kalian perlihatkan kitab suci itu kepadaku!’


Kemudian kami memberikan mushaf kepadanya. Dia berkata, ‘Alangkah bagusnya bacaan yang terdapat dalam mushaf itu.’ Lalu kami membacakan beberapa ayat untuknya. Tiba-tiba ia menangis, dan berkata, ‘Tidak pantas Dzat yang memiliki firman ini didurhakai.’ Kemudian ia memeluk Islam dan menjadi seorang muslim yang baik.’


Selanjutnya, dia meminta agar diizinkan ikut serta dalam perahu. Kami pun menyetujuinya lalu kami mengajarkan beberapa surat Al-Quran. Ketika malam tiba, sementara kami semua berangkat tidur, tiba-tiba dia bertanya, ‘Wahai kalian, apakah Dzat yang kalian beritahukan kepadaku itu juga tidur?’


Kami menjawab, ‘Dia Hidup terus, Maha Mengawasi dan tidak pernah ngantuk atau tidur.’


Dia berkata, ‘Ketahuilah, adalah termasuk akhlak yang tercela bilamana seorang hamba tidur nyenyak di hadapan tuannya.’ Dia lalu melompat, berdiri untuk mengerjakan shalat. Demikianlah, kemudian ia qiyamullail sambil menangis hingga datang waktu subuh.


Ketika sampai di suatu daerah, aku berkata kepada kawan-kawanku, ‘Laki-laki ini orang asing, dia baru saja memeluk Islam, sangat pantas jika kita membantunya.’ Mereka pun bersedia mengumpulkan beberapa barang untuk diberikan kepadaya, lalu kami menyerahkan bantuan itu kepadanya. Seketika saja ia bertanya, ‘Apakah ini?’


Kami menjawab, ‘Sekadar infak, kami berikan kepadamu.’


Dia berkata, ‘Subhanallah. Kalian telah menunjukkan kepadaku suatu jalan yang kalian sendiri belum mengerti. Selama ini aku hidup di suatu pulau yang dikelilingi lautan, aku menyembah dzat lain (bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Sekalipun demikian, dia tidak pernah menyia-nyiakan aku…. Maka bagaimana mungkin dan apakah pantas Dzat yang aku sembah sekarang ini, Dzat Yang Maha Mencipta dan Dzat Maha Memberi rezeki akan menelantarkan aku?’


Setelah itu, dia pergi meninggalkan kami. Beberapa hari kemudian, aku mendapat khabar bahwa ia dalam keadaan sakaratul maut. Kami segera menemuinya, dan ia sedang dalam detik-detik kematian. Setiba di sana, aku ucapkan salam kepadanya, lalu bertanya, ‘Apa yang kamu inginkan?’


Dia menjawab, ‘Keinginan dan harapanku telah tercapai pada saat kalian datang ke pulau itu, sementara ketika aku tidak mengerti kepada siapa aku harus menyembah.’


Kemudian aku bersandar pada salah satu ujung kainnya untuk menenangkan hatinya, tiba-tiba saja aku tertidur. Dalam tidurku aku bermimpi melihat taman yang di atasnya terdapat kubah di sebuah kuburan seorang ahli ibadah. Di bawah kubah terdapat tempat tidur sedang di atasnya tampak seorang gadis sangat cantik. Gadis itu berkata, ‘Demi Allah, segeralah mengurus jenazah ini, aku sangat rindu kepadanya.’ Maka aku terbangun dan aku dapati orang tersebut telah mati. Lalu aku mandikan jenazah itu dan aku kafani.


Pada malam harinya, saat aku tidur, aku memimpikannya lagi. Aku lihat ia sangat berbahagia, didampingi seorang gadis di atas tepat tidur di bawah kubah sambil menyenandungkan firman Allah.


ุณَู„ุงَู…ٌ ุนَู„َูŠْูƒُู… ุจِู…َุง ุตَุจَุฑْุชُู…ْ ูَู†ِุนْู…َ ุนُู‚ْุจَู‰ ุงู„ุฏَّุงุฑِ

“(Sambil mengucapkan), ‘Salamu ‘alaikum bima shabartum.’’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 24) (Al-Mawa’izh wal Majalis, 40).

MENJAGA AMANAH

Nasihat Islami: Terdapat sebuah kisah menarik tentang amanat yang terjadi dari dua sahabat Nabi yang disebutkan : ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุน...